Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Majalah Energi, ...untuk masa depan yang lebih baik...

Resiko Cybersecurity Jaringan Listrik Amerika Serikat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Wednesday, 09 May 2012 11:47


>Future of the Electric Grid


Saat ini jaringan listrik Amerika Serikat merupakan target utama dari serangan cyber, demikian sebuah peringatan dari laporan studi yang berjudul Future of the Electric Grid dari Massachusetts Institute of Technology. Kerentanan keamanan cyber (cybersecurity) bisa muncul dari adanya kelemahan disisi personil, proses, teknologi dan lingkungan fisik yang sebenarnya.

"Jutaan perangkat elektronik yang berkomunikasi akan memperkenalkan jenis serangan baru, ini bisa menjadi jalan penyerang untuk mendapatkan akses ke sistem komputer atau peralatan komunikasi lainnya," tulis laporan studi itu.

Dengan adanya peningkatan risiko dari gangguan komunikasi yang disengaja ataupun tidak disengaja, dapat menyebabkan hilangnya kontrol atas perangkat-perangkat jaringan listrik antara entitas grid dengan pusat kendali.

Risiko cybersecurity, bisa berasal dari kesalahan atau gangguan data rahasia yang diubah saat komunikasi peralatan lapangan dengan kantor pusat. Pelanggaran data rahasia, dapat memberikan informasi untuk kegiatan teroris, seperti mengungkapkan kabel listrik yang penting untuk distribusi tenaga listrik, menunjukkan rumah yang kosong ataupun pencurian identitas dan spionase perusahaan.

Federal Energy Regulatory Commission and North American Electric Reliability Corp menangani pengembangan standar dan compliance cybersecurity untuk sistem pembangkit listrik, namun di sisi lain tidak ada lembaga tunggal yang menangani isu-isu cybersecurity untuk sistem distribusi jaringan listrik.

Pemerintah federal harus menunjuk badan tunggal yang memiliki tanggung jawab untuk bekerja dengan industri dan memiliki otoritas mengatur secara tepat dan cepat untuk meningkatkan kesiapan, respon dan pemulihan cybersecurity di sektor tenaga listrik, termasuk sistem pembangkit dan sistem distribusi.

Sumber: energy-daily
.

Artikel Lainnya

Insect Cyborg Dengan Bio-Fuel Cell

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 08 May 2012 12:42


>Insect Cyborg


Sekelompok peneliti dari Case Western Reserve University melaporkan bahwa reaksi kimia pada serangga (kecoa) dapat dikonversi menjadi listrik yang cukup untuk melistriki perangkat sensor, perangkat rekaman atau bahkan untuk mengontrol kecoa itu sendiri.

Temuan ini, bisa menjadi cikal bakal penciptaan insect cyborg, sebagaimana perangkat mata-mata pada fiksi ilmiah yang segera akan menjadi kenyataan. Dalam hal ini, sumber tenaganya tidak bergantung pada gerakan, cahaya atau baterai, namun hanya berasal dari makanan serangga. Karya ini diterbitkan dalam jurnal online dari American Chemical Society.

"Hal ini hampir mustahil jika dimulai dari awal dan membuat sesuatu yang bekerja seperti serangga. Namun justru menggunakan serangga itu sendiri jauh lebih mudah " kata Daniel Scherson, profesor kimia, penulis laporan tersebut.

Cara kerjanya, energi listrik diperlukan untuk sensor dan untuk merangsang neuron sehingga serangga dapat melakukan apa yang kita inginkan. Ini menggunakan implan bio-fuel cell sebagai alat konversi kimia ke listrik pada serangga itu.

Kunci untuk mengubah energi kimia yaitu dengan menggunakan enzim secara seri pada anoda. Enzim pertama akan memecah gugus kimia gula dan trehalosa yang terus-menerus diproduksi kecoa dari makanan, menjadi dua gula sederhana yang disebut monosakarida.

Enzim kedua mengoksidasi monosakarida sehingga melepaskan elektron. Arus elektron (dalam hal ini listrik) mengalir ke katoda, di mana oksigen dari udara mengambil elektron dan direduksi menjadi air.

Diukur menggunakan potensiostat, output dari bio-fuel cell memiliki kerapatan daya maksimum mencapai 100 mikrowatt per sentimeter persegi pada tegangan 0,2 volt dan kerapatan arus maksimum sekitar 450 mikroamp per sentimeter persegi.

Sumber: case.edu, biofueldaily
.
   

Membuat Langit di Atap Ruang Kantor

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Sunday, 06 May 2012 22:31


>Langit di Atap Ruang Kantor


"Bekerja di bawah langit terbuka", kedengarannya sangat menarik, dan bisa dilakukan. Sekarang dengan langit-langit rekayas yang mampu bercahaya secara dinamis, langit sesungguhnya dapat dibawa ke ruang kantor dengan cara menciptakan efek awan yang lewat. Jenis pencahayaan ini dapat menghasilkan lingkungan kerja yang menyenangkan.

Peneliti dari Fraunhofer Institute for Industrial Engineering yang berbasis di Stuttgart merekayasa langit-langit ruangan sehingga mensimulasikan kondisi pencahayaan yang menyerupai awan lewat, seperti angin bertiup cepat di awan, cahaya pada atap ruangan secara konstan berubah warna, menyampaikan kesan sedang duduk di luar ruangan.

Langit-langit rekayasa yang bercahaya dan berukuran ubin 50cm x 50cm ini, dikembangkan oleh para peneliti Fraunhofer dan mitra mereka dari LEiDs GmbH.

"Setiap ubin terdiri dari sebuah papan dengan 288 light emitting diodes (LED) terpasang di dalamnya," ungkap Dr Matthias Bues, kepala departemen di Institute for Industrial Engineering, sebagaimana dikutip dari siaran press Fraunhofer, 6 Januari 2012.

Papan ini dipasang pada langit-langit, kemudian sebuah lapisan diffuser warna putih terpasang sekitar 30cm di bawah LED dan memastikan bahwa setiap poin cahaya dari LED tidak jelas terlihat. Lapisan diffuser ini menciptakan pencahayaan homogen yang menerangi seluruh ruangan.

Para peneliti menggunakan kombinasi LED warna merah, biru, hijau dan putih untuk menghasilkan spektrum cahaya penuh. Kombinasi ini memungkinkan untuk menghasilkan lebih dari 16 juta warna.

Sebuah prototip dari langit-langit rekayasa yang telah dikembangkan ini, berisi total 34.560 LED yang mencakup area seluas 34 meter persegi. Pada daya penuhnya, dapat menyala dengan intensitas lebih dari 3.000 lux, namun sebenarnya dengan 500 sampai 1.000 lux saja sudah cukup untuk menciptakan tingkat pencahayaan yang nyaman.

Sumber: fraunhofer.de
.
   

Page 5 of 39

«StartPrev12345678910NextEnd»

Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi