Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar energi yang dihasilkan dari sumber bio energi seperti biomass dan biogas.

TOPIC: GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI

Re:GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI 18 Sep 2010 07:12 #150

hahahaha iya sih waktu gw pernah baca di kaskus, ada pembakit tenaga listrik dari tenaga bab manusia, dan itu butuh 17000 ton bab kalo gasalah untuk menghidupi listrik 1 kompleks, di sini sih menurut gw yang rada ga efektif nya gil
jadi menurut gw sih ini hanya bersifat komplementer CMIIW yaaaa

hahaha makanya pertanyaan nya bisa di gabung ga? jadi misalnya kita nempuh perjalanan 4km, kan lumayan kalo 2km nya dari energi "cowshit", dalam 1 minggu berati bisa hemat 14km ya ga ya ga?

  • Posts:56
  • Life's Just Too Fun to be Ignored
  • Ilmam Mukhlis
  • Senior Boarder
  • OFFLINE

Re:GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI 18 Sep 2010 10:19 #167

Artikel yang sangat menarik sekali Koko Dennis

Idem sama diatas, saya jg penasaran apakah biogas ini dapat digunakan sebagai bahanbakar kendaraan bermotor pengganti bahan bakar fosil? hehe thankss

Re:GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI 18 Sep 2010 13:39 #183

Terima kasih Bung Rendy dan Bung Ilmam atas pertanyaannya
di oslo, Norwegia Bis-bis di sana sudah menggunakan kotoran manusia sebagai bahan bakar, kotoran manusia yang dihasilkan setiap orang sama selama 1 tahun dapat menghasilkan 2,1 galon (8 liter) BBM, dalam hal ini gas metan.

Mungkin jumlah tersebut tidak terlalu besar bahkan boleh dibilang sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan BBM mobil kita saja, tetapi gimana kalau semuanya dikumpulkan? Maksud saya semua kotoran manusia dalam 1 kota dikumpulkan??


Dengan asumsi seperti inilah, pemerintah di Oslo, Norwegia memutuskan untuk menggunakan bis dengan bahan bakar dari kotoran manusia tersebut

Dengan jumlah penduduk di Oslo sebanyak 250.000 orang maka bila dikalikan dengan 2,1 galon BBM tersebut, hasilnya adalah semuanya itu bisa memenuhi kebutuhan 80 bis dengan jarak tempuh masing-masing bis sejauh 100 km.

Mungkin masih belum cukup tapi hitung saja penghematan BBM yang bisa dilakukan dalam satu tahun dan juga masalah pencemaran lingkungan yang bisa dikurangi. Tapi memang sih sedikit 'jijik' bila membayangkan bagaimana bis tersebut bisa berjalan.

Lalu di Inggris hal serupa juga sudah dilakukan, perusahaan energi ramah lingkungan di Inggris, GENeco, menyatakan telah berhasil menjalankan Volkswagen Beetle yang telah dimodifikasi menjadi mobil berbahan bakar biogas dari kotoran manusia.


GENeco berhasil mengembangkan gas methana dari kotoran manusia yang lebih bersih. Biogas ini bisa menggerakkan VW Beetle tanpa kehilangan kinerja. Kecepatan yang dihasilkan sama dengan versi bensin, yakni mampu berjalan dengan kecepatan 114 mil per jam (183 km per jam). mobil ini katanya berkapasitas 2000 cc dan dinamai big bug.
Limbah dari sekitar 70 rumah di Inggris ini cukup untuk menjalankan satu kendaraan dengan jarak sekitar 10 ribu kilometer. Ini merupakan jarak tempuh rata-rata kendaraan Inggris selama satu tahun.


Meski sudah menggunakan gas methana, mobil ini masih membutuhkan sedikit bensin untuk menjalankan mesin. Bensin ini untuk memanaskan mesin, setelah panas, otomatis mesin akan beralih menggunakan biogas.

Kalau ingin lebih lengkapnya silahkan lihat di www.indoforum.org/archive/index.php/t-77425.html dan ruangberita.com/inilah-mobil-berbahan-bakar-kotoran-manusia/

  • Posts:13
  • Dennis
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE

Re:GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI 18 Sep 2010 13:41 #184

Bung Ilmam maaf pertanyaannya sudah saya jawab di tempatnya Bung Rendizon. makasih

  • Posts:13
  • Dennis
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE

Re:GENSET BERBAHAN BAKAR KOTORAN SAPI 18 Sep 2010 14:05 #188

Untuk pertanyaan Mbak Agil mengenai biaya instalasi sebesar Rp 7.300.000,00 (mesin diesel = Rp 2.500.000, conversion kit+mixer = (Rp 4.800.000)), hanya saja masih dapat lebih murah sebetulnya (harga dapat ditekan dari conversion kit+mixer hingga Rp 800.000,00 namun kembali lagi ke faktor kualitas)

Lalu untuk Break Even point akan saya ambil contoh untuk peternakan skala sedang (hanya memiliki 60 ekor sapi, dan dapat menghasilkan energi sebesar 73,2 kWh) maka BEP dapat tercapai kira-kira 8,7 bulan, rinciannya :
Pendapatan yang kita peroleh itu antara lain :
Listrik PLN sebesar Rp 545/kWh
biaya beban Rp 30.000/kVA
sedangkan biaya pengeluarannya adalah biaya opersional (fixed cost dan variable cost) 1 tahun penuh sebesar Rp 11.184.700,00, terdiri dari
biaya kebutuhan bahan bakar selain biogas : Rp 2.891.000/tahun
perawatan rutin : Rp 125.000,00/tahun
biaya operator : Rp 7.300.000,00/tahun
depresiasi engine : Rp 868.700,00/tahun
biaya investasi dari instalasi untuk kredit bank Rp 1.368.700,00/tahun
sehingga jika kita hitung Break Even Point itu bakalan tercapai kira-kira 8,7 bulan.
Sebetulnya jika kita lihat dari jumlah energi yang dihasilkan memang cukup kecil, namun jika kita gunakan seluruh potensi sapi di suatu daerah, ambil contoh Jawa Tengah yang memiliki sapi perah sebanyak 119026 ekor dan sapi potong sebanyak 13344495(dari data pada tahun 2002) ekor maka energi yang dihasilkannya pun jauh lebih baik.

Lalu mengenai penghematan, artikel yang saya tulis 70% bukan 60%. Kalo mas nanya kenapa kok hanya 70%, salah 1 penyebabnya karena faktor alat, engine diesel itu pada prinsipnya tetap membutuhkan bahan bakar sebagai pengganti busi pada engine biasa (ada di salah 1 mata kuliah di semester 6). Lalu salah 1 alasan lagi karena Biogas itu titik nyala pembakarannya cukup tinggi, sekitar 6450c-7500c, maka dari itu setidaknya dibutuhkan 20% solar sebagai bahan bakar sampingan(dari artikel-artikel yang saya baca di Indonesia paling besar dapat menghemat solar sebanyak 80%).

Kalau mengenai kinerja Biogas di dalam Engine sebetulnya permasalahannya terletak pada suhu awal kompresi dan rasio kompresi mesin, temperature awal kompresi jangan sampai lebih dari 800c agar tidak terjadi pembakaran awal, karena yang masuk itu tidak hanya biogas yang memang memiliki titik nyala pembakaran cukup tinggi, namun juga udara. Lalu rasio kompresi yang diperlukan sekitar 10-12(hal ini sudah jelas dikarenakan titik nyala dari biogas yang besar)

Sedangkan Faktor yang mempengaruhi biogas yang dihasilkan itu antara lain temperature, Ph, nutrisi, faktor konsentrasi padatan kotoran sapi.
Kalau ingin tahu lebih lengkapnya ada di www.docstoc.com/docs/9330653/10022950
Last Edit: 18 Sep 2010 19:51 by Dennis.

  • Posts:13
  • Dennis
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE
Time to create page: 0.27 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi