Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Faktor Keselamatan Turbin Angin
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar penggunaan angin sebagai pembangkit energi listrik.
  • Page:
  • 1
  • 2

TOPIC: Faktor Keselamatan Turbin Angin

Faktor Keselamatan Turbin Angin 27 Sep 2010 14:23 #514

Muhammad Mukti Aji
13307028



Faktor Keselamatan Turbin Angin



Angin adalah bahan bakar yang bersih. Berbeda dengan pembangkit listrik konvensional yang membakar bahan bakar karbon, pada angin tidak ada bahan bakar yang dibakar. Ini berarti bahwa energi angin merupakan sumber yang bersih, hijau, non-polusi listrik. Karena angin tidak menyebabkan pencemaran udara ataupun air serta tidak menghasilkan gas rumah kaca.

Energi angin merupakan salah satu energi termurah dari teknologi energi terbaru. Keberadaan dari energi angin berlimpah di sebagian besar dunia. Energi angin juga merupakan bentuk energi yang tersedia secara permanen selama adanya matahari. Karena pada dasarnya angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin.

Namun, permasalahan muncul ketika kita ingin mendirikan sebuah pembangkit tenaga angin biasa berupa kincir angin. Berikut merupakan pemaparan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun sebuah kincir angin serta beberapa metode keselamatan yang digunakan pada sebuah kincir angin untuk mencegah terjadinya kerusakan pada kincir angin tersebut.

Lokasi dari sebuah kincir angin merupakan hal awal yang harus diperhatikan dalam pembangunannya. Lokasi sebuah kincir angin harus dipelajari kondisi potensi anginnya sehingga dapat disesuaikan dengan kapasitas dari kincir angin tersebut. Bila kapasitas suatu kincir angin tidak sesuai dengan potensi energi angin yang dapat dibangkitkan, maka akan berpengaruh pada kesalahan desain turbin yang digunakan. Kesalahan disain dapat berupa kesalahan disain tiang penopang dari kincir angin tersebut. Selain itu, lokasi dari kincir angin sebaiknya berada pada daerah terbuka yang luas.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam pembangunan sebuah kincir angin adalah suplai air. Suplai air dibutuhkan sebagai salah satu penanganan awal ketika terjadi kebakaran pada turbin dari kincir angin karena lokasi dari kincir angin yang biasanya terletak di daerah yang terpencil. Potensi bahaya kebakaran pada kincir angin sangat besar karena dalam suatu kincir angin, berapaun kapasitasnya, pasti akan berhubungan dengan listrik yang dapat menimbulkan api. Selain itu cairan pelumas yang terdapat pada roda gigi juga merupakan suatu bahan yang mudah terbakar. Berikut merupakan gambar turbin angin yang terbakar.

1.JPG


Sumber air yang akan digunakan harus ditempatkan di lokasi yang aman, mudah diidentifikasi dan dapat diakses dengan mudah dalam berbagai kondisi. Untuk memudahkan identifikasi, maka sumber air tersebut perlu diberikan penanda. Berikut merupakan contoh penanda sumber air.
2.JPG


Berikutnya adalah penggunaan blade (bilah) dari turbin angin yang telah diuji tingkat kelelahannya (fatigue). Pengujian yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa lapisan – lapisan pada blade aman serta tidak ada serabut yang keluar ketika diberikan tekanan yang berulang – ulang. Saat ini hanya Denmark yang mengharuskan dilakukannya uji pada blade yang akan digunakan dalam sebuah turbin angin dan dijadikan salah satu persyaratan untuk membuat suatu kincir angin.
3.JPG



Untuk pencegahan terjadinya patah pada blade kincir angin, dilakukan pemonitoran terhadap kelelahan (fatigue) dari blade dengan menggunakan strain gauge. Selain itu, dilakukan inspeksi inframerah (infrared inspekction) untuk mengetahui terjadinya perubahan dari energi mekanik menjadi panas yang dapat mengakibatkan kerusakan pada blade.

4.JPG
5.JPG


Metode keselamatan yang ada pada sebuah turbin angin biasanya akan digabungkan dengan sistem kontrol untuk keluaran daya dari turbin. Hal tersebut dikarenakan sistem keselamatan yang digunakan berkaitan dengan putaran dari blade yang berhubungan langsung dengan daya keluaran dari turbin angin. Desain awal dari sebuah turbin angin biasanya akan mengacu pada potensi energi angin rata – rata yang dapat dibangkitkan, bukan berdasarkan potensi maksimumnya. Hal tersebut dikarenakan angain yang kencang hanya terjadi sesekali saja. Oleh karena itu, sistem keselamatan pada sebuah turbin angin hanya berupa pengontrolan terhadap kelebihan putaran yang terjadi pada blade.
Sistem keselamatan yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan tip brake yaitu dengan memiringkan ujung dari blade turbin angin. Dengan memiringkan blade, maka akan mengurangi keaerodinamisan dari blade sehingga putaran turbin angin akan berkurang. Penggunaan prinsip tip brake juga digunakan untuk mengontrol keluaran daya dari turbin. Dengan mengontrol putaran dari blade, maka daya keluaran turbin dapat diatur sehingga dapat menghasilkan daya yang maksimal untuk setiap kondisi angin yang ada.

6-20100927.JPG
7.JPG


Bila putaran turbin masih melebihi batas, digunakan mechanical braking sistem. Sistem ini seperti sistem pengereman pada kendaraan. Penggunaan mechanical braking system bertujuan untuk menghindari putaran turbin yang berlebih di atas batas aman. Namun, turbin angin tidak dapat diberhentikan ketika terjadi angin kencang, ini untuk menghindari kegagalan kontruksi penyangga dari turbin angin.

Untuk itu sangat dibutuhkan perhatian yg lebih bagi hal-hal yang telah diuraikan diatas sebelum membuat turbin angin sehingga tingkat keamanan dari turbin angin tersebut tinggi. Dengan demikian turbin angin tersebut tidak membahayakan pekerja dan masyarakat sekitar.

8.JPG



Referensi
:pinch: Warning: Spoiler!
Attachments:
Last Edit: 27 Sep 2010 14:35 by Muhammad Mukti Aji.

Re:Faktor Keselamatan Turbin Angin 27 Sep 2010 16:14 #519

ko ga da referensinya Ji? minimal harus ada 5 klo ga salah.
Tentang potensi terjadinya kebakaran pada turbin ini bisa dijelasin separah apa?
Rawan banget ya? baru tahu euy...
kirain aman-aman saja pakai kincir angin, eh malah rawan kebakaran.

Re:Faktor Keselamatan Turbin Angin 27 Sep 2010 20:54 #544

Wah gile, serem juga ternyata. Apalagi kalo yang turbinnya putus tiba-tiba..

Jadi ada batas maksimalnya ya sehingga harus direm.

Untuk pengujiannya apakah tiap blade pada turbin harus diuji? dan bagaimana proses pengujiannya ya??



Bantu-bantu comment ya
Saat ini bukan hanya ada pikohidro atau mikrohidro lho. Tapi ada juga mikronuklir !!
Silahkan kunjungi majalahenergi.com/forum/Bentuk-Energi-Ba...uklir--PLTN-Mini#495

Re:Faktor Keselamatan Turbin Angin 27 Sep 2010 22:40 #551

referensinya ada si spoilernya, tinggal klik juga keluar.
ini saya tampilakan lagi biar lebih enek diliatnya :

guidedtour.windpower.org/en/tour/manu/bladtest.htm
guidedtour.windpower.org/en/tour/wtrb/safety.htm
guidedtour.windpower.org/en/tour/wtrb/powerreg.htm
www.cfa.vic.gov.au/documents/CFA_Guidelines_For_Wind_Farms.pdf
www.windmission.dk/workshop/BonusTUrbine.pdf

Kalo tentang kebakarannya, potensinya sih selalu ada. Apalagi kalo ada kebocoran di generator (ada loncatan listrik gitu) dan sistem hidroliknya (ada oli yang mudah kebakar). Kalo yang dari luar itu potensi kebakaran dari sekitar turbinnya sendiri, bisa karena pesawat yang lewat ato karana kesalahan manusia.

Setiap teknologi pasti punya sisi buruk, tinggal bagaimana kita ngelolanya aja supaya kelebihannya makin banyak

Re:Faktor Keselamatan Turbin Angin 27 Sep 2010 22:48 #554

Seharusnya sih ada batasnya putarannya ren, kalo ngga ada pasti bisa copot tuh bladenya

Seharusnya sih setiap blade harus diuji, kan ngga ada yang jamin kalo bladenya itu sama. Kalo untuk pengujiannya, kaya gambar ketiga dari atas, dibengkokin sampe batasnya secara berulang - ulang.
  • Page:
  • 1
  • 2
Time to create page: 0.15 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi