Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar energi yang dihasilkan dari sumber bio energi seperti biomass dan biogas.
  • Page:
  • 1
  • 2

TOPIC: Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia

Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia 19 Sep 2010 22:56 #241

Last Edit: 19 Sep 2010 23:11 by aditya pratava.

Re:Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia 19 Sep 2010 23:21 #242

tentang biogas dan biodigester :

Re:Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia 19 Sep 2010 23:46 #243

tambahan realisasi dari LIPI :



Penelitian LIPI mengenai biogas
LIPI Rintis Bioelektrik di Desa Giri Mekar
Indonesia sudah lama mengenal pemanfaatan biogas untuk memasak. Namun, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung mengembangkan biogas yang dikonversi ke energi listrik yang bernama bioelektrik.

"Kami buat ini karena prihatin dengan krisis energi secara global. Selain itu, Indonesia menargetkan tahun 2025 sudah tercipta energi mix dan sudah memakai 30 persen energi terbarukan," kata Aep Saepudin, Kepala Sub Bidang Sarana Rekayasa Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI Bandung, di Bandung, Jawa Barat (14/8).

Sejak 2008, ucap Aep, LIPI sudah melakukan penelitian bioelektrik. Tempat yang dipakai untuk percontohan adalah di Desa Giri Mekar, Kecamatan Cirengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bahan baku energi yang dipakai adalah kotoran sapi. "Daerah sini dominan adalah peternak sapi," kata Aep singkat. Kecamatan Cilengkarang, menurut Marlan, Camat Cilengkrang, memiliki enam desa. Di pedesaan yang sebagian besar penduduknya peternak, memiliki 2.000 ekor sapi yang menghasilkan 300 ton kotoran tiap harinya.

"Selama ini kotorannya dibuang begitu saja. Kalau ke sana udaranya memang bau," tuturnya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa bioelektrik berbasis kotoran sapi ini sangat relevan karena berdasarkan data 2007, sampai saat ini masih ada 1.500 kepala keluarga dari 11.000 kepala keluarga yang belum bisa menikmati listrik.

"Sebagian besar mereka itu sudah memanfaatkan listrik dengan cara menyambung listrik ke tetangganya yang punya," katanya.

Dengan memanfaatkan biolektrik, Aep melanjutkan, masyarakat bisa mendapatkan energi 700 watt dari tiga ekor sapi. Selain itu, mereka bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak atau gas untuk memasak dan solar sampai 70 persen.

"Biogas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk memasak, listrik, dan juga kompos yang berkualitas baik," tegasnya.

Menurut Kasubid Sarana Peralatan Transportasi LIPI Arifin Nur, proses bioelektrik itu dilakukan sebagai berikut:

Dari setiap kepala keluarga yang memiliki tiga ekor sapi per harinya akan dihasilkan 45 kg kotoran. Selanjutnya, kotoran itu dicampur air dengan perbandingannya 1:2.

Campuran tersebut lalu dimasukkan ke dalam ruang kedap udara yang dinamakan digester berukuran 2 meter persegi. Setelah kira-kira sebulan, lanjut Arifin, dari digester keluarlah gas metan (CH4).

"Gas inilah yang kita sebut sebagai energi biogas. Sayangnya, dengan teknologi sekarang biogas yang dihasilkan dan ditampung dalam plastik polyetilen treptalat baru 60 persen," katanya.

Untuk itu, saat ini LIPI sedang melakukan penelitian supaya gas metan yang dihasilkan bisa mencapai 90 persen. Gas metan tersebut kemudian dialirkan menggunakan pipa paralon ke mesin. Saat inilah biogas dikonversi ke bioelektrik.

Ada dua bentuk biolektrik. Pertama disalurkan ke genset berbahan bakar bensin, yang bisa langsung dimanfaatkan. Kedua ke genset bahan bakar solar, yang dinamakan dual fuel.

"Bioelektrik dual fuel ini dapat menggantikan 70 persen penggunaan bahan bakar solar. 30 persennya solar. Dari satu liter per jam jadi 0,4 liter per jam," tutur Arifin. Kemudian ia melanjutkan, dengan kebutuhan biogas 20 liter/menit pada beban 80 persen, berarti 8 kva (kilovolt ampare), engine membutuhkan biogas sebanyak 20 liter/menit. Atau setara dengan 120 liter/jam.

Diteruskan ke daerah lain

Setelah percontohan di Giri Mekar, menurut Aep, akan diteruskan ke desa-desa terdekat. Sedangkan LIPI berperan sebagai konsultan. "Potensinya, 71 persen penduduk di Kabupaten Bandung adalah peternak sapi. Dan 30 persen kebutuhan susu nasional dipenuhi kabupaten ini," ucapnya.

Untuk itu, ke depan ia berharap masyarakat di desa energinya sudah mandiri. Dan pertaniannya organik, yang pupuknya di dapat dari limbah biogas berbasis kotoran sapi. "Dari sapi yang mereka pelihara, mereka mendapat susunya, listrik, pupuk kompos. Kalau sapi potong, ditambah dapat kulit dan dagingnya," tutur Aep.

Biayanya berapa? Untuk buat reaktor dari fiber dengan kapasitas 2.500-3.000 liter harganya Rp 3,5 juta. Harga segitu sudah mendapatkan satu sistem reaktor, penampung gas, kompor, instalasi sudah terpasang, dan biaya pemasangan.


sumber :
Last Edit: 20 Sep 2010 00:17 by aditya pratava.

Re:Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia 20 Sep 2010 07:39 #248

wah luar biasa sekali bung adit ini
thread nya lengkap dan detail sekali bung nice post!
bung adit, kalo melihat effisiensi biogass ini nampaknya sangat sulit ya untuk didistribusikan, mengingat biaya distribusi energi sendiri sangat lah tinggi dan dengan effisiensi seperti data di atas mungkin akan lebih cocok biogass ini hanya di tempatkan untuk suatu daerah tersendiri, bagaimana pendapat adit tentang itu?
lalu kalo di pulau jawa sendiri sudah seberapa jauh ya hal ini dikembangkan? khususnya jawa barat dit tempat kita tinggal sekarang ini
terimakasih adit! regards!

  • Posts:56
  • Life's Just Too Fun to be Ignored
  • Ilmam Mukhlis
  • Senior Boarder
  • OFFLINE

Re:Potensi Biogas Untuk Masyarakat Indonesia 21 Sep 2010 08:52 #271

Ilmam Mukhlis wrote:
Ilmam Mukhlis wrote:

wah luar biasa sekali bung adit ini
thread nya lengkap dan detail sekali bung nice post!
bung adit, kalo melihat effisiensi biogass ini nampaknya sangat sulit ya untuk didistribusikan, mengingat biaya distribusi energi sendiri sangat lah tinggi dan dengan effisiensi seperti data di atas mungkin akan lebih cocok biogass ini hanya di tempatkan untuk suatu daerah tersendiri, bagaimana pendapat adit tentang itu?
lalu kalo di pulau jawa sendiri sudah seberapa jauh ya hal ini dikembangkan? khususnya jawa barat dit tempat kita tinggal sekarang ini
terimakasih adit! regards!


wah makasih nih ah buat ilmam udah mampir kesini hehe
iya bener banget jadi emang krn efisiensinya gk gede makanya biasanya 1 alat tuh mungkin cuma bisa memenuhi kebutuhan berapa rumah
tp ini udah nolong bgt klo di daerah pedesaan yg belom kebagian listrik
sebenernya di pulau jawa sendiri udah banyak dikembangin terutama di daerah jawa barat
krn penduduk jawa barat kan banyak yg beternak tuh sebenernya ini bisa jd objek kajian yg lar biasa
makanya tugas kita sebagai generasi muda untuk menciptakan biogas ini agar berguna untuk masyarakat
krn klo nungguin dari pemerintah mah gk bakal ada abisnya
pemerintahnya sibuk ngurusin perut sendiri sih hehehe
tnx bung
  • Page:
  • 1
  • 2
Time to create page: 0.16 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi