Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Saatnya membangun PLTN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail


>Ilustrasi PLTN mini.


Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat di Indonesia, pemerintah menyetujui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 200 kilowatt (kW) yang dimaksudkan sebagai "proof of concept". Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, pada seminar yang bertajuk Kebijakan Energi Nasional sebagai Fondasi Terwujudnya Kedaulatan Energi menuju Kemandirian Bangsa di Gedung DPR, Jakarta, 28 November lalu.

"Melihat kebutuhan energi yang terus meningkat, saya telah menyetujui pembangunan PLTN berkapasitas 200 kW," ujar Dahlan.

Dahlan menjelaskan, pembangunan PLTN di Indonesia ini memang banyak menuai kontroversi. Tapi, meskipun ada peristiwa kebocoran radiasi di PLTN Fukushima Jepang, pembangunan PLTN tetap bisa dilanjutkan.

"Saya sudah bertemu dengan banyak orang Jepang. Jadi begitu ada pengusaha yang minta izin bangun PLTN, saya langsung menyetujuinya," imbuh Dahlan.

Sementara itu menurut Bakrie Arbie, mantan Kepala Reaktor Serbaguna G.A Siwabessy Batan, setelah pembangunan PLTN berkapasitas 200 kW selesai, pemerintah juga telah menyetujui pembangunan PLTN tahap berikutnya sebesar 1 dan 2 MW. Keduanya sebagai demonstration plant yang akan menggunakan PLTN tipe thermal homogeneous reactor.

Kemudian bila semuanya sudah dapat berjalan dengan baik, akan menyusul PLTN dengan kapasitas yang lebih besar, yaitu 10 MW dan 25 MW dengan PLTN tipe fast reactor.

PLN pun telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi operator utama PLTN. "Kami tidak tahu perusahaan atau badan mana yang akan ditugaskan. Tapi kalau dari kami sendiri siap jika memang ditunjuk oleh pemerintah," ujar Nur Pamudji, Direktur Utama PLN.

Sumber: mediaindonesia, antaranews, komunitas-ebt
.
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi