Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Go Green Program Para Operator Seluler
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi tentang cara, tips, trik dan penelitian tentang upaya pengehematan penggunaan energi dalam bangunan
  • Page:
  • 1
  • 2

TOPIC: Go Green Program Para Operator Seluler

Go Green Program Para Operator Seluler 26 Sep 2010 12:31 #472

Go Green Program Para Operator Seluler
Solusi Keterbatasan Energi

Krisis energi dan pencemaran yang yang dihasilkan oleh beberapa jenis sumber energi tertentu saat ini telah menjadi masalah yang mengkhawatirkan. Menurunnya pasokan energi,membuat kita harus lebih pintar mencari sumber energi lain yang ramah lingkungan. Sumber energi yang ramah lingkungan dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah yang lain. Pada saat ini sumber energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara masih banyak digunakan sebagai bahan bakar utama di pembangkit penghasil energi. Padahal cadangan sumber energi ini sudah mulai menipis dan menimbulkan pencemaran. Jika pencemaran ini terus terjadi, maka pemanasan global tidak dapat dihindari lagi. Fenomena pemadaman bergilir menjadi bukti bahwa pasokan listrik Indonesia berada pada ambang batas,hal itu membuat kita harus lebih pintar melihat energi alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Masalah listrik tersebut tidak luput dari perhatian para operator telekomunikasi. Perkembangan ponsel menjadi peluang emas buat para operator untuk memperluas bisnisnya. Base Transceiver Station(BTS) atau situs sel adalah suatu peralatan yang memfasilitasi komunikasi wireless antara perangkat user dan jaringan. Perangkat user adalah perangkat seperti telepon selular(ponsel),telepon WLL,komputer dengan koneksi internet wireless,WIFI dan WIMAX dan lain – lain. Jaringan ini bisa digunakan untuk berbagai teknologi komunikasi nirkabel seperti GSM,CDMA,WLL,WAN,WIFI,WIMAX dan lain – lain. BTS ini disebut juga dengan Radio Base Station(RBS),node B ( di 3G Network) atau disebut dengan Base Station(BS) saja.
Sebuah BTS pada umumnya terdiri dari :
 Transceiver (TRX)
Lebih seringnya disebut Driver Receiver(DRX). Fungsi utamanya adalah melakukan pengiriman dan penerimaan sinyal.
 Power Amplifier (PA)
Memperkuat sinyal dari DRX untuk transmisi lewat antenna. Biasanya diintegrasikan dengan DRX.


 Combiner
Menggabungkan beberapa feed dari DRXs sehingga dapat dikirim keluar dengan antenna tunggal.
 Duplexer
Digunakan untuk memisahkan antara pengiriman dan penerimaan sinyal ke/dari antenna.
 Antena
Mengakomodasikan hubungan antara Mobile Equipment ( hp) dengan perangkat BTS yang terhubung dengan antenna tersebut.
 Alarm Extension systemik
Mengumpulkan berbagai unit kerja di BTS dan memperluas untuk operasi dan pemeliharaan (O & M) stasiun pemantauan.
 Control Function
Mengontrol dan mengelola berbagai unit BTS termasuk perangkat lunak,konfigurasi on the-spot ,perubahan status dan lain – lain.
 Baseband Receiver Unit (BBxx)
frekuensi hopping,sinyal DSP dan lain – lain.

Bagian – bagian di atas dapat berfungsi baik dengan adanya listrik yang masuk pada power supply. Sulitnya mendapatkan pasokan listrik dari PLN di daerah terpencil,mendorong beberapa provider mengembangkan penggunaan energi alternatif bagi BTS selain listrik. Energi alternatif yang digunakan untuk mengoperasikan BTS ini antara lain
1. Sumber energi cahaya matahari.
BTS yang dioperasikan dengan energi matahari ini dapat kita lihat dengan penggunaan panel solar di Pulau Senayang,Kepulauan Riau. Pengoperasian ini merupakan BTS ke 132 milik Telkomsel terbanyak di Asia. Panel surya ini menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS. Panel solar ini diklaim mampu memasok energi listrik sebesar 0,115 Mwatt seperti pada BTS yang dioperasikan dengan sumber listrik dari PLN ataupun genset. Dikutip dari pernyataan Iwan Chaerul,GM Radion Operation Power Sistem Telkomsel, energi yang dihasilkan oleh panel ini hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20kVA. Listrik yang dihasilkan mampu digunakan untuk memenuhi kebituhan BTS hingga tiga hari. Biaya pengoperasiaannya juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang menggunakan genset. Biaya yang lebih besar hanya dibutuhkan pada saat pengadaan panel solar dan pembebasan lahan yang agak luas untuk pembangunan BTS. Keunggulan penggunaan matahari sebagai sumber energi adalah tidak ada zat kimia berbahaya yang dihasilkan, tidak menimbulkan bising ataupun bau tidak sedap.
Selain Telkomsel,Axis juga menggunakan tenaga surya untuk mengoperasikan BTS-nya di Minas Barat,BTS tersebut tidak memiliki asupan tenaga listrik dari PLN, oleh karena itu digunakan 44 panel photovoltaic ( panel tenaga surya) untuk menghasilkan energi sebesar 8Kwh pada saat cuaca cerah. Energi matahari disimpan dalam baterai yang akan digunakan sebagai sumber listrik pada saat malam hari ataupun kondisi berawan.
2. Sumber Energi Hidrogen
Seperti yang dilakukan oleh pihak Telkomsel, Huchison CP Telekom Indonesia(Tri),PT Natrindo Telepon Seluler(Axis) dan PT Indosat Tbk telah mengembangkan BTS dengan energi alternatif yaitu hidrogen,tenaga surya dan angin. Operator Tri memilih menggunakan hidrogen sebagai sumber energi. Proses uji coba dilakukan 10 kali pada Februari 2009 dan telah mulai dikomersilkan di 200 BTS yang ada di Pulau Jawa dan Sumatra secara bertahap hingga 2010. Pemilihan hidrogen dikarenakan bersih (bebas polusi),hemat (tempat,energi) dan tidak bising serta ramah lingkungan. Gas hidrogen diolah oleh Proton Exchange Membran yaitu sebuah mesin yang ditempatkan di BTS, kemudian diubah menjadi listrik. Output proses tersebut adalah oksigen(O2) dan air. 6m3 dibutuhkan untuk menghasilkan 1KWh. Tri menggunakan enam tabung sehingga mampu mensuplly listrik selama 36 jam.
3. Sumber Energi Angin
Axis menggunakan angin sebagai sistem hemat energi dan sistem pendingin di semua BTSnya. Generator berbahan bakar solar digunakan sebagai cadangan dengan cara mengatur waktu pengoperasiannya. Axis menggunakan turbin angin yang tersedia di beberapa wilayah Indonesia.

4. Sistem Hibrida
Selain memanfaatkan ketiga sumber energi di atas, BTS dengan sistem hibrida telah dikembangkan di Indonesia beberapa waktu terakhir. Sistem hibrida ini memadukan pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Sistem ini sudah mampu menggantikan 80% listrik PLN. Kombinasi kedua sumber energi alternatif tersebut terbukti berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar2,4ton. Sistem ini menggunakan produk dalam negeri sepenuhnya.
Uji coba komersial dan implementasi BTS Tenaga Alternatif yang menggunakan energi angin,matahari,dan biofuel telah dilakukan di Girisari,Bali,di Labuan,Lombok Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi Utara.
5. Limbah Minyak Goreng
Idea Celluler,salah satu operator di India menggunakan limbah minyak goreng untuk mengoperasikan lebih dari 350 BTS-nya di Andhra Pradesh,India. BTS ini menggunakan 80% tenaga solar dan 20% limbah minyak goreng. Perbandingan kedua campuran tersebut dikarenakan keterbatasan minyak sayur. Pada saat keberadaan minyak sayur semakin banyak,maka perbandingan di atas dapat diubah menjadi 50% :50%.

Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan. Istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi yang berkonstribusi sangat besar pada pemanasan global. Lima sumber energi di atas adalah sumber energi yang ramah lingkungan (Go Green). Penggantian Solar dengan berbagai jenis sumber lain yang tidak menimbulkan polusi adalah hal yang positif. Akan tetapi munculnya BTS ini menimbulkan masalah lain yang tidak kalah rumit. Setiap operator membangun BTS yang memperlancar pengiriman sinyal. Akibatnya tumbuh banyak BTS di daerah – daerah tertentu. Sampai muncul sebutan hutan Tower. Diharapkan ke depannya para operator tersebut dapat saling bekerja sama untuk membangun satu tower yang dapat digunakan secara bersama,sehingga hemat tempat. Jika hal itu sudah terlaksana maka laju pemanasan global dapat ditekan dengan penggunaan berbagai jenis sumber energi yang ramah lingkungan dan hemat tempat.

Daftar Pustaka :
nunukan-penekindi-debaya.blogspot.com/20...n-tambah-bts-di.html
www.ctscorp.com/components/techinfo/bts.htm
bataviase.co.id/content/ramai-ramai-kembangkan
www.suaramedia.com/dunia-teknologi/tekno...asilkan-listrik.html
blanov.blogspot.com/2010/05/basetransceiver-station-bts.html
monitoringmedia.wordpress.com/2008/09/13...rnatif-di-indonesia/
id.wikipedia.org/wiki/Energi_alternatif
topsus_2.png

Re: Go Green Program Para Operator Seluler 28 Sep 2010 12:04 #578

ass.
saya sangat tertarik membaca artikel saudara yuan...
saya mw tanya saudara,,,,
kalau di bts2 gt biasanya butuh berapa sh kapasitas kebutuhan listrik nya?

  • Posts:7
  • mus
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE

Re: Go Green Program Para Operator Seluler 28 Sep 2010 12:22 #581

wass. saudari mustika

dari artikel di atas, kebutuhan listrik BTS selama 3 hari adalah 20kVA,nah kalo mau kebutuhan perharinya tinggal dibagi,

Re:Go Green Program Para Operator Seluler 28 Sep 2010 14:10 #583

wah, artikel yang cukup menarik untuk mengatasi masalah komunikasi di Indonesia yang terbagi ke pulau2 dibanding menggunakan kabel bawah laut...
tapi kalo bisa mengirimkan energi melalui Wi-max mungkin akan lebih baik lagi, agar distribusi listrik Indonesia bisa mencapai berbagai tempat yang terdalam sekalipun

Re:Go Green Program Para Operator Seluler 28 Sep 2010 14:17 #584

Pengiriman energi via WI-Max mungkin lebih efisien daripada kabel laut,akan tetapi yang menjadi sorotan pada saat ini adalah mencari energi pengganti yang ramah lingkungan.
Seandainya energi yang dibutuhkan sudah tercukupi dan tidak berdampak negatif pada lingkungan,maka pengiriman energi dengan WI-MAX mungkin bisa menjadi jalan supaya semua kebutuhan listrik di Indonesia terpenuhi....

* tapi kalo tiap daerah dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki masing" (panas bumi,air,angin dll) kemungkinan tidak perlu tambahan dana untuk menyalurkannya,
  • Page:
  • 1
  • 2
Time to create page: 0.21 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi