Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar bentuk energi baru yang dapat dimanfaatkan
  • Page:
  • 1
  • 2

TOPIC: Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi

Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi 27 Sep 2010 16:21 #521

Tugas 1 TF4119 - Topik Khusus A
Qamaruzzaman - 13307017


walking_picnik.jpg


Menanggapi isu global warming dan masalah energi masa depan, saat ini inovasi-inovasi di bidang energi terbarukan mulai banyak dikembangkan. Mulai dari yang berskala besar seperti pembangkit tenaga nuklir, geotermal, angin, surya yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar minyak hingga inovasi yang bersifat kecil-kecilan untuk pemanfaatan energi sehari-hari.

Dr. Ville Kaajakari, seorang asisten profesor Departemen Teknik Elektro di Universitas Louisiana Tech, memiliki ide untuk memanfaatkan kegiatan yang paling sering dilakukan manusia yaitu berjalan untuk menghasilkan energi. Inovasi yang dikembangkan oleh Kaajakari adalah sebuah prototipe generator piezoelektrik yang cukup kecil sehingga dapat dipasang pada sol sepatu yang didesain dapat menghasilkan cukup energi untuk mengoperasikan perangkat ringan seperti GPS, sensor lari (running sensors), RF Transponder, hingga telepon selular. Inovasi tersebut dinamakan Shoe Power Generator.

Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut :
100426113137.jpg

(Credit: Image courtesy of Louisiana Tech University)

Pada prototipe ini digunakan tranduser piezoelektrik, piezoelektrik akan menghasilkan muatan listrik ketika diberi gaya (contohnya ditarik, ditekan). Pieoelektrik ini dipasang pada bagian sol sepatu, sehingga ketika seseorang berjalan, tekanan yang diterima oleh sepatu dapat menghasilkan energi listrik melalui tranduser piezoelektrik tersebut. Piezoelektrik sangat cocok digunakan untuk menghasilkan energi pada prototipe ini dikarenakan piezoelektrik tidak memerlukan tegangan bias untuk beroperasi.

Pada umumnya material yang digunakan untuk tranduser piezoelektrik bersifat keras sehingga tidak cocok untuk dipakai pada prototipe sepatu yang didesain Dr. Kaajakari karena akan menyebabkan perasaan tidak nyaman bagi pengguna sepatu. Tidak seperti tranduser keramik pada umumnya, tranduser yang digunakan oleh Dr. Kaajakari berbahan dari polymer yang memiliki permukaan metal untuk kontak elektrikal. Dikarenakan berbahan dari plastik, tranduser tersebut bersifat lembut sehingga dapat menggantikan absorber getaran pada sepatu biasa tanpa menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi pengguna sepatu tersebut.

Tantangan yang dihadapi dalam penghasilan energi melalui piezoelektrik yaitu material piezoelektrik optimum untuk menghasilkan tegangan tinggi tetapi hanya memberikan arus output yang kecil. Polymer yang digunakan pada prototipe sepatu ini menghasilkan lebih dari 5 mJ energi tiap langkahnya namun pada tegangan yang terlalu besar (lebih dari 50 V) untuk langsung digunakan pada perangkat bertenaga rendah.

Suatu terobosan dalam generasi piezoelektrik yaitu sirkit regulasi tegangan yang dikembangkan di Universitas Lousiana Tech yang dapat mengkonversi tegangan yang dihasilkan piezoelektrik menjadi tegangan yang dapat digunakan secara effisien. Sirkit tersebut mengkonversi tegangan yang tinggi menjadi tegangan output 3 V yang dapat digunakan untuk men-charge baterai ataupun digunakan langsung untuk menjalankan perangkat elektronik ringan dengan efisiensi konversi lebih dari 70 %. Kemudian dikombinasikan dengan tranduser polimer, sirkit regulasi tersebut dapat menghasilkan daya rata-rata sebesar 2 mW per sepatu saat berjalan biasa. Dengan daya tersebut, prototipe ini mampu memberikan cukup daya untuk menjalankan perangkat yang hanya membutuhkan daya dengan skala mW, seperti sensor MEMS (Micro Electro Mechanical Systems) dan alat pendeteksi lokasi seperti GPS.

Dr. Ville Kaajakari menyebutkan bahwa teknologi ini dapat menguntungkan, misalnya pendaki gunung yang membutuhkan enregi untuk perangkat penanda lokasi. Sedangkan untuk penggunaan yang lebih umum, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan perangkat portabel tanpa memboroskan baterai. Pada akhirnya teknologi ini diharapkan dapat dikembangkan hingga mencapai level tertentu dimana kita dapat menggunakan daya yang dihasilkan untuk men-charge ataupun menjalankan perangkat portabel seperti telepon genggam.

Menarik untuk kita lihat bersama perkembangan dari inovasi Dr. Ville Kaajakari ini, akankah sepatu masa depan mampu untuk memberikan tenaga bagi perangkat portabel?

Referensi :
1. www.memsinvestorjournal.com/2010/04/micr...forms-batteries.html
2. www.sciencedaily.com/releases/2010/04/100426113137.htm
3. news.latech.edu/2010/04/25/shoe-power-ge...-national-attention/
4. inhabitat.com/2010/04/27/shoe-generator-...-power-from-walking/
5. www.gizmag.com/piezoelectric-generator-shoes/14945/
Last Edit: 27 Sep 2010 16:29 by Qamaruzzaman.

Re:Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi 27 Sep 2010 20:09 #538

apakah penggunaan teknologi ini telah memperhatikan aspek kenyamanan bagi pemakenya??

Re:Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi 28 Sep 2010 04:17 #558

menjawab pertanyaan saudara toni :
ya tim pengembang sudah memperhatikan faktor kenyamanan dari pengguna, hal ini dapat dilihat dari penggunaan material yang dipakai sebagai tranduser piezoelektriknya yaitu polimer yang sifatnya lembut, sehingga faktor kenyamanannya pun tetap terjaga. Selain itu trandusernya juga sangat ringan sehingga hampir tidak terasa bedanya dengan sepatu biasa.

Re:Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi 28 Sep 2010 14:26 #588

waow, sangat menarik sekali, jadi mungkin kita kalo nanti joging bisa sambil ngecharge HP...haha
tapi masalahnya mungkin tinggi sol sepatunya akan lebih tinggi kan, kayaknya kurang ergonomis bagi semua manusia karena jenis kaki setiap manusia bermacam-macam. untuk mengatasinya bagaimana?

Re:Shoe Power Generator : Berjalan sambil menghasilkan energi 28 Sep 2010 18:51 #599

menjawab pertanyaan saudara beni : menurut artikel yang saya baca, sang pengembang sepatu ini mengatakan bahwa tranduser yang digunakannya berbahan polimer yang lembut sehingga dapat menggantikan sol sepatu pada umumnya. Dengan kata lain tinggi sol sepatunya bisa tetap seperti semula tanpa harus adanya tambahan tinggi.
  • Page:
  • 1
  • 2
Time to create page: 0.14 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi