Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi tentang energi yang dapat dibangkitkan dari sumber laut.

TOPIC: Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu

Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu 24 Sep 2010 16:44 #411

oleh Aditia Rifai - 13307119

Energi sebagaimana namanya adalah komponen terpenting dalam aktivitas manusia. Energi memiliki bentuk yang beragam, thermal, mekanik, elektrik dan lain-lain. Dan saat ini bentuk energi yang umum digunakan adalah listrik. Hampir semua peralatan-peralatan yang digunakan manusia menggunakan energi listrik.

Akan tetapi distribusi energi listrik tidaklah mudah. Belum semua penduduk dunia mendapatkan akses jaringan listrik. Fakta menunjukkan bahwa sebesar 56% atau 1,7 milyar penduduk dunia tidak mendapatkan akses terhadap listrik (World Energi Assessment, 2000) . Di Indonesia pun demikian, distribusi jaringan listrik masih belum merata. Setelah Indonesia berusia 61 tahun (tahun 2007), PLN baru mampu melistriki 33 juta rumah tangga atau setara dengan rasio elektrifikasi 55 persen . Masih banyak daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan fasilitas jaringan listrik. Daerah-daerah tersebut biasanya adalah daerah pegunungan ataupun pulau-pulau terpencil.

Di lain sisi Indonesia kaya akan energi terbarukan yang berasal dari laut, karena dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah laut. Jadi solusi bagi warga-warga yang tinggal di daerah terpencil adalah memanfaatkan energi luat yang melimpah. Energi laut sendiri memiliki berbagai macam bentuk. Untuk pemanfaatan di daerah pesisir sendiri, bentuk yang paling feasible adalah energi angin, energi gelombang laut dan energi pasang surut. Ketiga bentuk energi tersebut juga hampir selalu ada sepanjang waktu di daerah-daerah tersebut. Baik malam maupun siang. Dan sebaiknya alat konversi energi tersebut diintegrasikan menjadi satu.

Pembuatan unit energi laut yang terpadu tersebut cukup mudah dan murah. Tidak memerlukan teknologi yang cukup tinggi dan mudah untuk dipelajari. Siapapun bisa mempelajari dan mengaplikasikannya. Jika mau membeli pun, di pasaran banyak beredar dengan harga yang cukup terjangkau.


Pertama-tama, ketiga energi tersebut dikonversi menjadi energi listrik AC. Energi angin dikonversi dengan turbin angin. Energi gelombang dengan generator buoy, yakni generator yang memanfaatkan gerakan linear magnet, keatas dan kebawah, yang disebabkan oleh gelombang laut dan merubahnya menjadi listrik dengan memanfaatkan perubahan induksi magnet. Sedangkan energi pasang surut (tidal), dikonversi dengan TAPCHAN wave energi device, ditemukan oleh Boyle pada tahun 1996. Alat konversi energi untuk masing-masing energi tersebut dapat digunakan dengan alat konversi jenis lain.

Kemudian, setelah dikonversi menjadi listrik AC, kemudian dirubah menjadi listrik DC untuk kemudian disimpan di baterai DC. Dari baterai DC tersebut, saat dibutuhkan akan mendistribusikannya ke rumah warga dengan sebelumnya di rubah kembali menjadi arus AC dengan tegangan standar yakni 220 volt.

Nantinya aplikasi unit ini selain bisa digunakan di pulau-pulau terpencil, bisa juga diaplikasikan di daerah-daerah pesisir. Dengan demikian selain bisa menghasilkan energi bagi warga yang tinggal di pulau terpencil, bisa juga megurangi ketergantungan terhadap energi berbahan bakar fosil.

Referensi :
• "Technology White Paper on Wave Energi Potential on the U.S. Outer Continental Shelf", May 2006, Minerals Management Service,Renewable Energi and Alternate Use Program, U.S. Department of the Interior.
• Michael C. Robinson, Ph.D.,"Renewable Energi Technologies for Use on the Outer Continental Shelf", June 2006, National Renewable Energi Lab
• "Listrik Indonesia : Restrukturisasi di Tengah Reformasi", Agus P. Sari, Nasrullah Salim, Rizka Elyza (Editor), 2002, Jakarta : Pelangi
www.rise.org.au/info/Tech/wave/index.html#fix
www.edinformatics.com/math_science/alter...an_energi_basics.htm
ocsenergi.anl.gov/guide/wave/index.cfm
www.fullriverdcbattery.com/
www.plnjateng.co.id/?p=13
Last Edit: 28 Sep 2010 11:55 by Aditia Rifa\'i.

Re: Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu 25 Sep 2010 19:25 #454

Ada data kuantitatif ga tentang perbandingan baik biaya ataupun hasil yg didapatkan dari pembuatan unit energi laut dan sumber energi lain.
karena jika memang unit energi laut ini mudah dan murah, tetapi kenapa penerapannya masih kurang populer di Indonesia.?

Re: Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu 26 Sep 2010 17:45 #479

Kyknya emang karena prinsip hidup rata2 org Indonesia (kalau belum rusak/habis ga usah diganti) susah diubah Di .....apalagi selama pemerintah masih memberi kelonggaran lewat subsidi2-nya kyknya emang agak susah diwujudkan+harga awal (initial cost) yg pstinya mahal

Re: Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu 26 Sep 2010 21:14 #484

Klo terkait data, ada penelitian yang memabahas pembuatan battery untuk PLTAL (Arus Laut). Di penelitian tersebut, dijelaskan cukup lengkap terkait biaya pembuatan, coba cek
http://digilib.its.ac.id/detil.php?id=9448&q=PLTAL ... tinggal diganti aja alat konversi energinya, dari turbin arus laut, jadi turbin angin, generator buoy dan TAPCHAN wave energi device.
sebenarnya link ini baru saya temukan setelah membuat artikel ini, jadi analisis biayanya belum dimasukkan. Selain itu nanti klo lengkap seperti penelitian, ga bakal muat nih ...
Btw, penerapan unit ini kan,utamanya, di daerah yang belum terakses oleh jaringan listrik. Jadi jika dibandingkan dengan instalasi jaringan listrik tentu lebih murah kan ...

Klo kenapa penerapan nya belum populer di Indonesia, saya pikir penelitian di Indonesia kan masih sangat sedikit. Penelitian sustainable energy atau renewable energy sendiri pun masih sangat jarang ...
Last Edit: 26 Sep 2010 21:21 by Aditia Rifa\'i.

Re: Desa Mandiri Energi dengan Energi Laut Terpadu 27 Sep 2010 21:19 #549

bagus skali artikelnya bung adit..=)..
banyak gambar pula..

hmmm...kenapa yaah saat energi listriknya dlm btk AC harus diubah dulu ke dalam DC baru disimpan dlm baterai ??
makasi
Time to create page: 0.13 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi