Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar energi yang dihasilkan dari sumber bio energi seperti biomass dan biogas.
  • Page:
  • 1
  • 2

TOPIC: Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar

Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar 27 Sep 2010 20:35 #540

TF-4119 Topik Khusus A (Energi)
13307066 Nurul Hudayani
PENGEMBANGAN BIOETHANOL BERBAHAN SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKAR

Larangan penggunaan bahan bakar bersubsidi oleh pemerintah menuai protes para pemilik kendaraan bermotor. Mereka mengaku keberatan dengan adanya kewajiban bagi pengendara motor menggunakan BBM nonsubsidi. Di sisi lain ada penemuan yang cukup membanggakan di bidang energi yaitu ditemukannya bioethanol oleh Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bekerja sama dengan PT Energy Karya Madani yang kemudian disebut Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut diolah dari tanaman singkong.



Penggunaan etanol sebagai bahan bakar mulai diteliti dan diimplementasikan di Amerika Serikat dan Brazil sejak terjadinya krisis bahan bakar fosil di kedua negara tersebut pada tahun 1970-an. Brazil tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki keseriusan tinggi dalam implementasi bahan bakar etanol untuk keperluan kendaraan bermotor dengan tingkat penggunaan bahan bakar ethanol saat ini mencapai 40% secara nasional. Di AS, bahan bakar relatif murah, E85, yang mengandung etanol 85% semakin populer di masyarakat dunia.

Etanol bisa digunakan dalam bentuk murni atau sebagai campuran untuk bahan bakar bensin maupun hidrogen. Interaksi etanol dengan hidrogen bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi sel bahan bakar ataupun dalam mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) konvensional.

Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air. Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).

Bioethanol dapat dibuat dari singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering juga disebut sebagai ubi kayu atau ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat populer di seluruh dunia, khususnya di negara-negara tropis. Di Indonesia, singkong memiliki arti ekonomi terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian yang lain. Selain itu kandungan pati dalam singkong yang tinggi sekitar 25-30% sangat cocok untuk pembuatan energi alternatif. Dengan demikian, singkong adalah jenis umbi-umbian daerah tropis yang merupakan sumber energi paling murah sedunia. Potensi singkong di Indonesia cukup besar maka dipilihlah singkong sebagai bahan baku utama.

Melihat potensi tersebut peneliti melakukan percobaan pembuatan bioethanol dari bahan singkong. Proses pembuatan bioethanol ini pun cukup sederhana. Singkong yang memiliki kandungan karbohidrat dan glukosa tinggi dihaluskan, lalu direbus. Kemudian Sebelum difermentasi menjadi etanol, pati yang dihasilkan dari umbi singkong terlebih dahulu diubah menjadi glukosa dengan bantuan enzim amilase. dan diberi ragi menggunakan ragi tape. Digunakan ragi tape karena ragi tape sangat komersil dan mudah didapat.. Setelah didiamkan sekitar tiga hingga empat hari untuk proses fermentasi, jadilah bio ethanol. Untuk penyempurnaannya, bio etanol tadi dicampur batu kapur. Setelah jadi, tinggal diukur kadar ethanolnya menggunakan alkohol meter.



Menurut Kepala Bidang Ekonomi KNMI, kelebihan dari etanol berbahan singkong ini adalah kandungan alkohol atau etil etanolnya bisa mencapai 96 persen, bahkan bisa ditingkatkan hingga 99 persen. Bisa dibandingkan dengan rata-rata kandungan alkohol pada bahan bakar yang ada sekarang, yang hanya sekitar 70 persen. Dampak positif penggunaan bioethanol berbahan singkong sebagai bahan bakar terhadap perekonomian nasional dan lingkungan adalah Subsidi BBM akan berkurang secara signifikan sehingga bisa dialokasikan ke sektor lain, dan akan mengurangi polusi udara mengingat bioethanol yang ramah lingkungan.

Selain kualitas yang tak kalah baik dengan yang dihasilkan bensin dari bahan bakar fosil, biopremium ini juga dinilai ekonomis. untuk menghasilkan satu liter etanol diperlukan enam kilogram singkong. Harga singkong Rp 400 per kilogram. Itu berarti, satu liter etanol hanya menghabiskan Rp 2.400 ditambah ongkos produksi Rp 1.000. Total harga satu liter etanol singkong menjadi Rp 3.400. Harga ini jauh lebih murah dengan yang ada di pasaran.

Sumber:
www.energiterbarukan.net
eprints.undip.ac.id/3674
www.dapunta.com
ekonomi.kompasiana.com
fansmania.wordpress.com/2009/06/11/membu...ng-pengganti-bensin/
Last Edit: 27 Sep 2010 20:48 by Nurul Hudayani.

Re:Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar 28 Sep 2010 20:30 #618

Harganya per liter jauh lebih murah daripada premium ataupun minyak tanah , tapi kok bahan bakar dari singkong ini belum begitu populer di Indonesia ya?Apakah karena faktor pemerintah,faktor rakyat, atau faktor lahan?Padahal di Brazil aja dah mulai dari tahun 70-an

Re:Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar 29 Sep 2010 00:28 #630

Wah kalau singkong dipakai untuk menghasilkan etanol, kita tidak bisa makan "gethuk ,peyeum dong"
Ya mungkin salah satu penyebabnya adalah singkong juga merupakan bahan makanan.
Sudah banyak sumber energi alternatif yg tersedia. sebenarnya kita tinggal fokus untuk memilih yg kira-kira paling berpotensi untuk digunakan. Hal ini agar pengembangan teknologi tersebut lebih terarah sehingga pencapaiannya juga akan maksimal.

Re:Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar 04 Oct 2010 22:34 #660

sungguh inspiratif skali artikelny mbak uul.. ...
tidak terlalu sulit sptnya..hmm..kira2 efisiensinya gmn yaah ?!?!
makasi..

Re:Pengembangan Bioethanol Berbahan Singkong sebagai Bahan Bakar 02 Nov 2010 23:27 #743

Pengembangan energy terbarukan khususnya pd sektor bio energy tidak terlepas dr kebijakan pemerintah dalam melaksanakan program ini dgn sepenuh hati dimana pemeríntah harus serius menangani pertanian sektor energy non pangan ,bnyak para ahli meragukan progaram pengembangan energy terbrukan ini karena melihat dr bnyak lini yg menyankut.Masarakat pengusaha pemerintah dn pemangku kepentingan lain,tidk seperti sektor mkro hidro,win energy.Dst.Dimana pembuat. pengusaha dn pemakai.Jd relatif simple dlm pelaksanannya,namun perlu kita soroti brbagai macm faktor yg akan mengangkat bio energy sebagai salah satu yg mengangkat perekonomian rakyat di perkampungan ,yaitu dgn bersinerginya ukm dgn masarakat dimana msrkt petani mejual hsl pertaniannxa brupa singkong,atau apapun juga yg merupakan pertanian sektor energi,dn menjadikan satu penghasilan ekonomi,ada beberapa hal yg perlu kita kritisi dlm pengembagan dme pertanian sektor energy diantaranya adalah pemerintah kurang memperkuat sektor ukm yg akn mengelola hasil dr petani atw msrkat dn membuka celah pemasaran ....Terlepas dr semua permasalahan diatas kt yakin bhwa energy terbrukan khususnya sektor bio energy akan dpt mendapat sorotan utama karena bnyk mengankat kehidupan masarakat seperti di brazil yg telah bisa memenuhi45 prsn kebthn bbm khususnxa premium dr nabati..Tingal kita mau bkerja keras dn pemerintah mau mengalihkan subsidi bbm ke pertanian sektor energy, trims herdian

  • Posts:1
  • herdian
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE
  • Page:
  • 1
  • 2
Time to create page: 0.13 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi