Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine

Welcome, Guest
Username Password: Remember me

Meningkatkan Energi Terbarukan dengan Biofuel
(1 viewing) (1) Guest
Diskusi seputar energi yang dihasilkan dari sumber bio energi seperti biomass dan biogas.
  • Page:
  • 1

TOPIC: Meningkatkan Energi Terbarukan dengan Biofuel

Meningkatkan Energi Terbarukan dengan Biofuel 20 Sep 2010 21:48 #266

Rimeldi
13307068
Topik Khusus A

Meningkatkan Energi Terbarukan dengan Biofuel


Dalam beberapa dekade belakangan ini, gaya hidup dan upaya untuk meningkatan kesejahteraan menimbulkan dampak yang besar terhadap sektor energi, yang pada prosesnya menyebabkan perubahan besar terhadap masa depan energi. Kenaikan permintaan untuk energi, melonjaknya harga minyak bumi, pasokan energi yang tidak pasti, dan ketakutan terhadap pemanasan global telah membuka mata kita untuk melihat kenyataan bahwa energi tidak dapat lagi dipandang sebelah mata.

Ketakutan terhadap pemanasan global dan perubahan iklim bumi telah mendorong kita untuk mencari energi alternatif yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energi di dunia.
Selama Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim yang diadakan di Bali pada bulan Desember tahun lalu, semua negara peserta mencapai kesimpulan bersama bahwa perubahan iklim adalah prioritas global yang memerlukan tindakan global yang segera. Pada tanggal 23 Januari 2008, Komisi Eropa mengajukan paket proposal dengan cakupan luas yang akan mewujudkan komitmen-komitmen Uni Eropa (UE) untuk memerangi perubahan iklim dan meningkatkan energi terbarukan.

Paket tersebut mencakup proposal untuk suatu Arahan untuk mendorong penggunaan energi terbarukan (dikenal dengan nama Renewal Energy Directive, RED), yang menetapkan sasaran yang secara umum bersifat mengikat terhadap UE untuk menggunakan 20% sumber energi terbarukan dari seluruh konsumsi energinya dan sasaran minimum sebesar 10% untuk penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) dalam sektor transportasi pada tahun 2020.

Dengan sasaran yang ambisius tersebut, peningkatan penggunaan energi terbarukan akan mengurangi emisi karbon UE, mengganti bahan bakar fosil dan mendiversifikasi pasokan energi. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dipastikan bahwa sumber-sumber energi terbarukan diproduksi secara berkesinambungan. Oleh karena itu, proposal RED memperkenalkan kriteria kesinambungan lingkungan hidup yang ketat untuk produksi biofuel.
Kriteria tersebut terkait dengan pencapaian tingkat minimum timbunan gas rumah kaca dan persyaratan yang terkait dengan keragaman biologis (biodiversity). Biofuel yang memenuhi kriteria kesinambungan tersebut berhak untuk mendapatkan insentif dan diperhitungkan ke dalam sasaran 10% tersebut. Proposal RED juga memperkenalkan cara-cara fleksibel untuk menunjukkan bahwa kriteria kesinambungan terpenuhi dengan mengandalkan skema nasional dan internasional, baik yang yang dikerjakan oleh pemerintah maupun secara sukarela. Akhirnya disadari bahwa proposal RED telah menimbulkan beberapa kekhawatiran di Indonesia, khususnya terkait dengan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan mentah produksi biofuel.

Perlu digarisbawahi bahwa proposal RED tidak berarti penerapan larangan ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia ke Uni Eropa. Tidak dapat dibantah lagi bahwa biofuel harus memenuhi kriteria kesinambungan agar dapat memperoleh insentif. Kriteria kesinambungan berlaku secara merata terhadap semua biofuel tanpa melihat asalnya dan biodiesel yang diproduksi dari minyak kelapa sawit dapat memenuhi kriteria tersebut. Kriteria tersebut didasarkan pada ilmu pengetahuan dan standar-standar internasional dan dengan demikian benar-benar sejalan dengan komitmen internasional UE. Kriteria tersebut juga disusun melalui konsultasi dengan para pihak-pihak berkepentingan, termasuk Pemerintah Indonesia.

UE dan Indonesia memiliki tujuan yang sama dalam peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan dan bahwa kita dapat mencapainya untuk keuntungan kedua belah pihak. Memang Indonesia telah mengakui pentingnya energi terbarukan sebagai alternatif bahan bakar fosil dalam Peraturan Presiden Nomor 5/2006 dan dalam Undang-Undang Energi yang baru saja disahkan. Indonesia juga telah menetapkan program yang ambisius untuk meningkatkan produksi dan penggunaan biofuel.

Saat ini Indonesia adalah produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan dengan demikian memiliki peran yang penting menjadi ujung tombak pengembangan biofuel yang berkesinambungan. RED merupakan proposal legislatif dari Komisi Eropa dan saat ini sedang dibahas oleh Negara-Negara Anggota UE dan Parlemen Eropa, yaitu dua lembaga yang berwewenang untuk menyetujuinya. Proposal tersebut telah menimbulkan perhatian yang besar dari banyak pihak berkepentingan di UE dan seluruh penjuru dunia dan pasti akan menimbulkan perdebatan yang dinamis, untuk diharapkan Indonesia akan menjadi mitra proaktif di dalamnya, sebelum RED disetujui.

Pustaka : www.energiterbarukan.net
Last Edit: 27 Sep 2010 14:29 by Rimeldi.

  • Posts:1
  • Rimeldi
  • Fresh Boarder
  • OFFLINE
  • Page:
  • 1
Time to create page: 0.11 seconds
Joomla SEO powered by JoomSEF

Majalah

Lihat edisi