Nyalakan Lampu, Pakai Android Aja!
Tuesday, 21 June 2011 05:45

Lampu LED Android
Pada akhir 2011 ini, orang akan berbondong-bondong membeli lampu LED yang dikontrol dari perangkat Android. Proyek tersebut merupakan bagian dari langkah Google memasuki bisnis otomatisasi bangunan.
Pada konferensi Google I/O hari Selasa 10 Mei 2011 bertempat di San Fransisco, Google menunjukkan bagaimana perangkat Android, termasuk tablet dan smartphone, dapat bertindak sebagai sebuah pengendali beberapa perangkat di rumah seperti penerangan, suhu, dan musik.
Google merancang sistem tersebut bersama Lighting Sciences Group. Perangkat tersebut menggunakan protokol jaringan nirkabel mesh terbaru selain Wi-Fi ataupun ZigBee.
Salah satu alasan mengapa protokol baru digunakan adalah untuk menghindari kemungkinan adanya inteferensi sinyal bila menggunakan Wi-Fi atau ZigBee.
Karena bersifat open-source, Google dan Lighting Sciences Group berharap sistem ini akan diadopsi berbagai perusahaan pencahayaan dan perusahaan otomatisasi lainnya.
Jaringan penjualannya akan tersedia pada akhir tahun ini dengan biaya setingkat dengan penggunaan LED pada umumnya yang harganya berkisar USD 20 sampai USD 35 untuk setara 60 watt.
Sumber:cnet
Majalah Energi Edisi Juni 2011 - Nabati Tak Mau Menanti
Saturday, 11 June 2011 09:20

FOKUS - EDISI JUNI 2011 - Nabati Tak Mau Menanti
Banyak pihak menyayangkan lesunya program bahan bakar nabati (BBN) yang sempat ramai sekitar 5 tahun lalu. Saat itu pemerintah merasa perlu mengembangkan BBN karena harga minyak bumi melambung tinggi. Tak pelak, kata ‘konsistensi’ dan ‘leadership’ tak henti diteriakkan. Selain ‘koordinasi’ tentunya untuk menghidupkan program BBN. Untuk kalangan industri, harga masih menjadi ganjalan utama. Kini sedang diupayakan agar masalah ini terselesaikan.
Feature - Dago Car Free Day
Car Free Day dilaksanakan untuk mengurangi polusi akibat pemakaian kendaraan bermotor. Disini masyarakat bisa berolahraga maupun bersantai. Namun di Dago, Bandung, yang terjadi adalah Car Attract Day karena pengunjungnya mengajak serta kendaraan bermotor mereka.
Reportase
* International Congress and Exhibition on Ocean Energy & Deep Ocean Water Application (DOWA), Merajut Asa Negara Kepulauan
* Indo‐POWER 2011, Unjuk Gigi Industri Kelistrikan dan Energi
* Indo Solar-Wind, Industri Nasional Siap Bermain Surya dan Angin
* Indo Bioenergy 2011, Bersinergi Merebut Peluang
Gaya Hidup
* Membangun Hunian Hemat Energi
* Hemat, Cermat
Energipedia
* Smart Home
* Dialux
Resensi
* Berdikari, Melawan Tirani
* Menakar Performa Melalui Model
Untuk berlangganan kunjungi:
http://majalahenergi.com/berlangganan
Iklan dan Sirkulasi:
HP : 08156-276-277 / 0856-207-6323
Telp/Fax: (022) 253-1340
Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
PLTN Pertama Mesir
Friday, 10 June 2011 08:33

Mesir telah menyelesaikan studi teknis dan sedang mempersiapkan tender untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertamanya, sebagaimana dikutip dari kantor berita MENA, hari Selasa 24 Mei 2011.
Menteri Kelistristrikan Mesir, Hassan Younis mengatakan bahwa spesifikasi proyek telah disiapkan dan dikaji oleh instansi yang bersangkutan.
Hassan menambahkan, studi teknis ini telah memperhitungkan pengalaman kejadian Fukushima di Jepang yang hancur oleh tsunami awal tahun ini.
PLTN tersebut telah disetujui Agustus tahun lalu untuk dibangun di pantai Mediterania. Tender tertunda diakibatkan karena kerusuhan politik yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak pada tanggal 11 Februari 2011 dan krisis ekonomi parah yang mengikutinya.
“Proyek sekitar 1.000 megawatt akan mulai membangkitan listrik di 2019, dan biayanya sekitar USD 4 miliar,” demikian papar Hassan.
Sumber: nuclearpowerdaily
Jepang:10 Juta Rumah Tenaga Surya
Thursday, 02 June 2011 09:57

Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, berjanji akan panel surya di atap sekitar 10 juta rumah. Ini diungkapkannya pada pertemuan 50th anniversary of the Organisation for Economic Cooperation and Development di Paris hari Rabu 25 Mei 2011.
Terobosan ke arah penggunaan sumber energi bersih dan terbarukan dilakukan Jepang sejak adanya krisis nuklir di Fukushima Daiichi akibat tsunami yang menyebabkan radiasi bocor ke tanah, udara dan laut.
Kan juga telah membatalkan rencana kebijakan energi nasional dimana PLTN akan memenuhi setengah dari kebutuhan energi Jepang pada tahun 2030, kemudian menganjurkan energi terbarukan sebagai pilar utama dari baur energi nasional Jepang.
"Kami akan meningkatkan penggunaan energi terbarukan sebagai salah satu sumber energi utama," kata Kan.
Untuk melakukan hal ini, Jepang menargetkan akan menurunkan biaya PLTS secara drastis. Yaitu sepertiga pada 2020 dan seperenam pada 2030 dibandingkan harga saat ini.
Sumber: solardaily
Artikel Lainnya
Efisiensi Sel Surya Mencapai 90 Persen!
Thursday, 02 June 2011 09:16

Eisiensi menjadi permasalahan utama panel surya saat ini, yaitu umumnya hanya sekitar 20 persen. Seorang insinyur University of Missouri mengembangkan sel surya fleksibel yang dapat menangkap lebih dari 90 persen dari cahaya yang tersedia. Ia berencana untuk membuat prototipe untuk konsumen dalam lima tahun ke depan.
Patrick Pinhero, seorang profesor di Jurusan Teknik Kimia, mengatakan energi listrik yang dihasilkan menggunakan tradisional photovoltaic (PV) tidak efisien dan banyak mengabaikan spektrum elektromagnetik yang tersedia.
Perangkat yang dikembangkan terdiri dari lembaran tipis, antena kecil moldable bernama nantenna yang bisa memanen panas dari proses dan mengubahnya menjadi listrik yang dapat digunakan.
"Tujuan utama kami adalah mengumpulkan dan memanfaatkan energi matahari sebanyak-banyaknya dan membawanya ke pasar komersial dalam satu paket murah yang dapat diakses oleh semua orang," ujar Patrick.
Tim peneliti telah mendapatkan dana dari Departemen Energi AS dan investor swasta telah diperoleh . Tahap kedua fitur perangkat energi-panen untuk ada infrastruktur industri, termasuk pabrik panas-proses dan peternakan surya.
Seperti dikutip dari solardaily 17 Mei 2011, dalam waktu lima tahun, tim peneliti yang telah mendapatkan dana dari Departemen Energi AS dan investor swasta percaya bahwa mereka akan memiliki produk yang bisa berkompetensi dengan PV surya konvensional.
Sumber: solardaily
IEA Peringatkan Merkel
Thursday, 02 June 2011 09:04

Direktur International Energy Agency, Nobuo Tanaka mengatakan Jerman mengancam keamanan energi Eropa dengan adanya rencana untuk menghentikan penggunaan tenaga nuklir.
“Karena pasar energi Eropa semakin terhubung satu sama lain, kebijakan Jerman akan mempengaruhi seluruh benua”, kata Tanaka dalam wawancara dengan surat kabar Financial Times Jerman, 23 Mei 2011.
“Berlin seharusnya membuat keputusan bersama mengenai tenaga nuklir dengan mitra di Eropa. Bila tidak, keberlanjutan dan keamanan pasokan energi akan menjadi korban di seluruh Eropa," lanjut Nabuo.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel di bulan Maret, saat puncak krisis nuklir Jepang, memerintahkan stress test secara komprehensif untuk 17 reaktor nuklir. Ia kemudian memutuskan untuk menutup 7 reaktor nuklir tertua yang dibangun pada 1970-an setidaknya dalam waktu tiga bulan.
Tanaka mengatakan, keamanan energi Jerman akan menderita, sebagaimana empat operator listrik Jerman memperingatkan bahwa keputusan untuk menutup reaktor dapat menyebabkan pemadaman listrik secara luas saat musim dingin.
Sumber: nuclearpowerdaily
Mikrohidro Untuk Kemandirian Ekonomi
Sunday, 22 May 2011 01:28

"Apakah mungkin mengolah potensi alam untuk meningkatkan ekonomi rakyat tanpa energi?”
Ini merupakan pertanyaan yang pertama kali dilemparkan oleh Eddy Permadi, direktur Cihanjuang Inti Teknik. Pengusaha mikrohidro asal Cimahi ini memiliki visi yang sangat menarik mengenai pengembangan pembangkit listrik mikrohidro.
Semua bermula dari revolusi industri, dimana kegiatan ekonomi masyarakat yang sebelumnya masih skala kecil menjadi besar akibat ditemukannya mesin uap. Mesin uap berperan sebagai sumber penggerak untuk mempercepat aktivitas produktif masyarakat. Dari semula menggunakan tenaga manual untuk memproses bahan mentah, kemudian beralih menggunakan peralatan berpenggerak.
Sejarah membuktikan dari era mesin uap, kemudian mesin diesel, hingga sekarang ini, energi secara langsung menjadi catu perkembangan ekonomi, terutama dari segi industri. Energi merupakan fasilitas untuk memberikan nilai tambah dari bahan baku menjadi produk yang dapat dijual dengan nilai yang lebih tinggi.
Presiden Maladewa sedang memasang PLTS
Sunday, 22 May 2011 01:19

Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed sedang membantu memasang 48 solar panel di atap rumahnya di ibukota Maladewa, Male pada tahun 2010 lalu. Pemimpin Maladewa ini merupakan aktivis yang sudah lama aktif dalam hal perubahan iklim.
Menurut sang Presiden, dengan dipasangnya panel surya pada atap rumahnya, penghematan akan mencapai $300.000 dalam biaya listrik dan 195 ton karbon dioksida, selama umur pemakaian panel surya.
Presiden Nasheed memilih sumber energi yang tidak berpolusi karena negara yang dipimpinnya merupakan negara kepulauan dengan ketinggian permukaan tertinggi hanya 2,5 meter di atas permukaan laut. Merupakan tempat yang sangat rentan apabila permukaan laut naik akibat perubahan iklim.
Sumber: Majalah Energi Edisi 1 - Nov 2010 - 2025 Indonesia Pemimpin Panas Bumi Dunia
Bunaken: Terang Sepanjang Malam dengan Tenaga Surya
Saturday, 21 May 2011 00:49

Selama bertahun-tahun warga hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam, mulai hari gelap sampai matahari terbit. Kini warga boleh berbangga dengan terwujudnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bunaken yang resmi beroperasi pada 7 Februari lalu, menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel.
PLTS Bunaken merupakan teknologi pertama yang mampu memberikan listrik satu pulau penuh selama 24 jam. Sebanyak 1.440 buah panel surya digunakan untuk menghasilkan daya maksimum sebesar 400 kWp. Bunaken sanggup memenuhi kebutuhan listrik 680 pelanggan dengan beban puncak yang mencapai 160 kW. PLTS Bunaken dibangun sejak September 2010 di areal seluas 0,7 hektar.
Majalah Energi Edisi 7 - Mei 2011- Menuju Era Hidrogen
Monday, 16 May 2011 15:43
|
EDISI 7 - MEI 2011
Untuk berlangganan kunjungi: http://majalahenergi.com/berlangganan PT. Indowahana Bhineka Mandiri |
FOKUS - Menuju Era Hidrogen
PERSPEKTIF - Photovoltaic Kian Tangguh
REPORTASE Seoul Motor Show 2011, Parade Mobil Ramah LingkunganIndogreen 2011, Agar Hutan Tetap Lestari Konferensi Energi Nasional, Yang Muda, Yang Bersuara Earth Hour 2011, Jangan Hanya Pesta
ENERGIPEDIA
RESENSI |
Majalah Energi gratis / diskon langganan besar di Indopower 2011
Thursday, 12 May 2011 14:05
Iran : Penghasil bahan bakar bersih (dimetil eter) kedua di dunia
Sunday, 01 May 2011 23:30

Peneliti petrokimia Iran telah berhasil menemukan teknologi untuk menghasilkan bahan bakar bersih dimetil eter (DME). Iran menjadi negara kedua di dunia setelah Jerman yang memperoleh pengetahuan tersebut. Di sela-sela 16th International Oil, Gas, Refining, and Petrochemical Exhibition yang diselenggarakan di ibukota Iran, Teheran 15 April 2011, direktur Iran Petrochemical Research and Technology Company, Gholam Reza Jokar menyatakan DME dapat menjadi alternatif untuk gas diesel dan aman terhadap tubuh manusia, lapisan ozon dan ramah lingkungan.
DME adalah senyawa organik yang dapat bertindak sebagai bahan bakar bersih ketika dibakar pada mesin yang telah dimodifikasi. Jokar mengatakan bahwa teknologi produksi DME asalnya dimiliki secara eksklusif oleh sebuah perusahaan Jerman yang bekerja sama dengan Iran untuk mengembangkan bahan bakar bersih.
“Kerjasama dihentikan akibat sanksi PBB yang direkayasa Amerika Serikat, namun peneliti Republik Islam Iran berhasil mengembangkan teknologi DME sendiri”, tambahnya. Dia juga menyatakan harapan bahwa DME ini akan lumbung energi Iran dan dapat diekspor dalam tiga tahun kedepan.
Sumber: Majalah Energi Edisi April 2011, presstv.ir
Transportasi dan Receiving Terminal LNG
Sunday, 01 May 2011 23:10

Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menandatangani nota perjanjian kerjasama pengembangan sistem Transportasi dan Receiving Terminal Liquid Natural Gas (LNG) pada Kamis, 24 Maret lalu, di Hotel Mulia, Jakarta.
Untuk memenuhi kebutuhan gas bagi kelistrikan di wilayah Indonesia bagian timur dan sekitarnya, sistem ini diperlukan untuk mengirimkan gas bentuk liquid. Liquid lalu diterima di terminal untuk kemudian diubah menjadi gas agar dapat digunakan sebagai energi primer pembangkit listrik.
Dengan adanya kerjasama ini, diperkirakan potensi penghematan yang bisa dilakukan PT PLN sebesar Rp 874 milyar tiap tahunnya.
Gas yang mengganti bahan bakar minyak sebagai pengganti pembangkit listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan PT PLN terhadap energi fosil. Dengan begitu pun, Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dapat turun. Lanjutannya, subsidi listrik yang biasa disediakan pemerintah dapat dikurangi.
Di samping BPP turun, penggunaan gas untuk pembangkit listrik menghasilkan efisiensi lebih tinggi. Emisi yang dihasilkannya pun lebih rendah dibandingkan ketimbang jika menggunakan diesel atau solar.
Sumber: Majalah Energi Edisi Maret 2011, pln.co.id
Peresmian 472 BTS Bertenaga Hidrogen
Sunday, 01 May 2011 23:05

Disaksikan oleh Luluk Sumiarso Dirjen Energi Baru Terbarukan (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Max Sopacua anggota Komisi 1 DPR, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring meresmikan penggunaan gas hidrogen sebagai pembangkit listrik untuk mensuplai BTS telekomunikasi di Bogor pada Rabu, 9 Maret lalu.
Tifatul menyampaikan apresiasi atas inovasi dan implementasi yang dilakukan oleh PT Hutchinson CP selaku operator telekomunikasi Tri.
“Inovasi ini perlu dikembangkan oleh para operator telekomunikasi lainnya, baik sebagai wujud CSR maupun untuk efisiensi korporasi itu sendiri,” tandas Tifatul.
Pengoperasian BTS oleh Tri dengan menggunakan bahan bakar hidrogen tersebut dimulai sejak 2009. Kini, operasi ini telah mencapai 472 BTS yang terpasang di Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Tri mengklaim menjadi operator telekomunikasi yang mengoperasikan BTS hidrogen paling banyak di Asia Tenggara.
Sumber: Majalah Energi Edisi Maret 2011, ebtke.esdm.go.id
Pertama Kali PPA Panas Bumi Ditandatangani
Sunday, 01 May 2011 22:50

Bertempat di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyerahkan kontrak Power Purchase Agreement (PPA) kepada Direktur Utama PGE Abadi Poernomo pada 11 Maret lalu. Penyerahan ini disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Dawin Zahedy serta Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
PPA meliputi 6 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas 435 megawatt. PGE mengembangkan lima PLTP, yaitu PLTP Lumut Balai (2 × 55 megawatt) di Sumatera Selatan, PLTP Ulubelu unit 3 dan 4 (2 × 55 megawatt) di Tanggamus Lampung, PLTP Lahendong unit 5 dan 6 (2 × 20 megawatt) di Sulawesi Utara, PLTP Karaha (1 × 30 megawatt), dan PLTP Kamojang unit 5 (1 × 30 megawatt) di Jawa Barat. Satu PLTP lagi, PLTP Atadei (2 × 2,5 megawatt) di Kabupaten Lembata - Nusa Tenggara Timur, dikembangkan oleh PT Westindo Utama Karya.
Melalui email, Luluk menanggapi, “Untuk pertama kalinya penandatanganan Kontrak Power Purchase Agreement (PPA) Panas Bumi untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang ditenderkan setelah keluarnya UU No. 27 Tahun 2003 tentang Panasbumi, antara PLN dengan para pengembang. Suatu perjalanan panjang.”
“Kami juga sedang membahas Revitalisasi Program Bahan Bakar Nabati/Bioenergi,” lanjut Luluk. “Dengan dukungan teman-teman, semoga tahun 2011 dapat menjadi Tahun Kebangkitan EBT, dan kita dapat menjadi super power di bidang panas bumi (seperti kata Al Gore).”
Sumber: Majalah Energi, pln.co.id
Mechanical Festival 2011:Tularkan Semangat Peduli Lingkungan
Friday, 29 April 2011 16:33

Untuk pertama kalinya, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Mechanical Festival (M-Fest) 2011, rangkaian acara bertemakan pengembangan teknologi ramah lingkungan (green technology development). Festival ini digelar pada 4 sampai 6 Februari lalu di ITB.
Layaknya festival, M-Fest 2011 digelar besar-besaran. Festival ini terdiri dari Opening Ceremony, Phytagorean Device Performance (PDP), National Innovation Contest (NIC), Green Technology Expo (GTE), New Engine Tune Up (New ETU), Pulang Kampung Ikatan Alumni Mesin (IAM), dan Closing Celebration. M-Fest 2011 dibuka secara resmi oleh Walikota Bandung Dada Rosada dan Rektor ITB Akhmaloka.
Terkait inovasi di bidang energi, NIC punya cerita. Ia merupakan kontes inovasi teknologi antar univesitas. Energi menjadi salah satu temanya selain industri dan lingkungan. Kontes ini diikuti oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi, seperti ITB, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Nasional, Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Para peserta tersebut menampilkan inovasi kreatif dan mock up mereka.
Selain NIC, M-Fest 2011 pula menyediakan layanan tune up pada New ETU. Bekerjasama dengan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM), mahasiswa Teknik Mesin ITB memberikan jasa tune-up gratis untuk motor dan mobil. Sebelumnya, mereka memperoleh pelatihan dan uji kelayakan dari ATPM.
Tujuh Rencana PLN Tahun 2011
Friday, 29 April 2011 16:20

Dalam rapat dengar pendapat antara PT PLN dan anggota Komisi VII DPR pada Selasa, 22 Maret lalu di Jakarta, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menyampaikan rencana-rencana yang akan dilakukan pada 2011.
Dahlan mengemukakan ingin menghabiskan daftar tunggu kurang lebih 1,5 juta untuk sambungan listrik. Rencana pertamanya, gerakan menyambung satu juta sambungan, sekaligus menghapus calo pada akhir Mei nanti.
Sisa 6 rencana lainnya adalah mempercepat pembangunan proyek pembangkit 10 ribu megawatt, pembenahan pengadaan sparepart, melistriki 11 ibukota kabupaten yang belum berlistrik, membuat 6 kabupaten menjadi 24 jam terlistriki, meningkatkan rasio elektrifikasi 60 sampai 70 persen, dan implementasi PLTS untuk 100 pulau.
“Harga listrik PLTS cukup mahal Rp 3500 per kilowatt-hour. Pembangkit dengan BBM pun sama mahalnya jika digunakan di pulau-pulau kecil,” aku Dahlan.
Sumber : Majalah Energi Edisi April 2011
Mencari Akar Masalah Pembatasan BBM
Tuesday, 29 March 2011 00:00

Brian Yuliarto, PhD
Dosen Teknik Fisika - Institut Teknologi Bandung
Energi senantiasa menjadi masalah penting bagi setiap negara. Kebijakan yang tepat di sektor energi tentu akan menghasilkan efisiensi dan stabilitas ekonomi. Sebaliknya, kebijakan yang tidak tepat akan menyebabkan terjebaknya suatu negara dalam ekonomi biaya tinggi karena tidak efisiennya putaran ekonomi di negara tersebut. Indonesia adalah salah satu negara yang saat ini sedang berjuang keras melepaskan kebijakan yang tidak pro efisiensi energi di era sebelumnya. Sejak kenaikan harga minyak di pasar dunia yang tidak terkendali pada tahun 2005-2006, kebijakan energi negeri ini senantiasa dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Beban subsidi BBM yang terus meningkat memaksa pemerintah perlu membuat mekanisme subsidi yang tepat sasaran. Tujuannya jelas, agar subsidi yang sangat besar itu benar-benar sampai pada yang membutuhkan dan jumlahnya tidak mengganggu program pembangunan lainnya. Lihat saja besaran subsidi BBM tahun 2010 yang mencapai 89,29 Trilliun untuk menyediakan BBM sebesar 36,5 juta kilo liter. Besaran ini pun diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun 2010 dan menembus angka 100 Trilliun atau sekitar 10% dari total APBN 2010. Kenaikan ini terjadi karena hingga akhir Desember 2010 penggunaan BBM diperkirakan akan mancapai 38,7 juta kilo liter.
Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI) - Giatkan Konservasi dan Efisiensi Energi
Monday, 28 March 2011 23:43

Gedung-gedung komersial di kota-kota besar di Indonesia ditengarai menggunakan energi sebesar 50 watt tiap meter persegi lantai. Angka ini lebih tinggi 15 watt ketimbang penggunaan energi di negara-negara tetangga. Di tengah krisis energi yang menimpa dunia, Indonesia perlu melakukan tindakan komprehensif dalam hal efisiensi dan konservasi energi. Tidak hanya bangunan komersial, dua inovasi ini bisa pula diterapkan di sektor industri, rumah tangga, dan transportasi.
Dalam Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI) yang diselenggarakan pada 17 Maret lalu di Hotel JW Marriott, Jakarta, berbagai direktur jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menceritakan upaya konservasi dan efisiensi energi yang telah mereka lakukan.
Luluk Sumiarso, Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), mengatakan bahwa EBTKE tengah menginventarisasi tingkat efisiensi energi dari 650 perusahaan. “Jika kita bisa menghemat energi dalam jumlah yang besar, bisa dikatakan sama dengan membangun pembangkit listrik baru,” katanya.
Kunjungan AUN/SEED-Net - Mengajak ITB Ikut Konferensi Energi
Sunday, 27 March 2011 21:30

Pada 14 hingga 16 Maret lalu, perwakilan ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka berasal dari Jepang dan Malaysia. Kunjungan ini merupakan bagian sosialisasi 1st Clean Energy and Technology 2011 yang akan dilangsungkan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 27 hingga 29 Juni nanti.
Nasrudin Abd. Rahim dari University of Malaya, dan Amran Radzi dari Universiti Putra Malaysia menyempatkan diri melihat isi Laboratorium Manajemen Energi Teknik Fisika ITB. “Kami mengundang ITB sebagai salah satu universiti terbaik di Indonesia untuk menghadiri meeting energi Juni mendatang,” ungkap Rahim di sela-sela kunjungannya.
Pada kunjungan tersebut, Edi Leksono Kepala Laboratorium Manajemen Energi ITB mengajak rombongan melihat fasilitas yang digunakan untuk penelitian energi. Dia menyambut ajakan Rahim. “Kami dengan senang hati akan berpartisipasi di konferensi energi tersebut,” katanya
Klaster Konservasi Energi ITB
Friday, 18 March 2011 17:50

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan Lokakarya Konservasi Energi pada 25 Februari lalu di Ruang Rapim A Gedung Direktorat ITB. Lokakarya ini dilakukan untuk menentukan arah penelitian dan program-program kebijakan di bidang energi sesuai dengan klaster-klaster dalam usaha jasa penunjang konservasi energi. Klaster tersebut terdiri dari sumber daya, penyediaan hulu, penyediaan hilir dan pemanfaatan.
Lokakarya Konservasi Energi dibuka oleh Sekretaris LPPM ITB Bidang Penelitian Ismunandar. Ia dihadiri oleh Direktur Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maryam Ayumi, dan sejumlah dosen ITB seperti Yuli Setyo Indartono, Surjamanto Wonorahardjo dan sebagainya.
Dalam materi presentasinya, Program Konservasi Energi, Ayumi menjelaskan beberapa kegiatan yang sedang dikerjakan oleh EBTKE. Salah satunya adalah pilot project konservasi energi yang dikembangkan bersama Denmark.
ITB Gelar Konferensi Pers tentang Reaktor Nuklir Jepang
Thursday, 17 March 2011 09:56

BANDUNG, Selasa, 15 Maret 2011 itb.ac.id - Gempa bumi 9 skala Richter (SR) di Jepang dua hari lalu memicu ledakan reaktor nuklir di Fukushima. Menanggapi hal ini, ITB menggelar konferensi pers tentang reaktor nuklir Jepang pada Selasa (15/03/11) di Ruang Rapim B, Gedung CCAR ITB. Pakar kebumian dan nuklir ITB Prof. Dr. Zaki Su'ud dari Kelompok Keahlian Nuklir dan Biofisika, serta Dr. Irwan Meilano dari Kelompok Keahlian Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, hadir sebagai pembicara. Pada konferensi pers, narasumber menjelaskan mengenai mekanisme gempa dan ledakan reaktor nulir yang terjadi di Jepa
Irwan menjelaskan, sebagai negara yang rawan akan gempa, Jepang sudah memiliki pusat penelitian mengenai potensi gempa. Gempa Miyagi beberapa hari yang lalu pun sebenarnya sudah diprediksi. "Yang tidak terprediksi adalah kekuatan gempanya," tutur Irwan.
Luas area yang terkena gempa merupakan fungsi dari besar kekuatan gempa. Semakin besar kekuatan gempa, semakin luas area yang terkena dampaknya. Sehingga kerusakan yang terjadi di Jepang pun melebihi prediksi awal.
Ketika Angin, Surya, Diesel Bersatu
Tuesday, 22 February 2011 17:46
Soeripno Martosaputro
Ketua Umum Masyarakat Energi Angin Indonesia (MEAI)
Peneliti LAPAN
Pesatnya pertumbuhan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dunia didorong oleh peningkatan harga bahan bakar fosil. Daya dorong ini semakin kuat saat isu lingkungan ikut diperbincangkan. Peneliti menganggap bahwa pembakaran energi fosil menghasilkan polutan yang dilepas ke udara. Polutan tersebut menipiskan lapizan ozon yang kemudian mengakibatkan perubahan iklim ke arah yang buruk.
Kekhawatiran dunia akan pemanasan global meningkatkan upaya pengembangan PLTB. Pemanfaatan teknologi ini tidak perlu mencemaskan emisi karbon sebab ia memakai energi yang tidak terbatas dan terbarukan. Berdasarkan data World Wind Energy Association (WWEA), sampai 2009, perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 340 TWh, setara dengan 2 persen dari kebutuhan listrik dunia. Kapasitas terpasangnya bertambah setahun kemudian, dari 159.213 MW menjadi 197.525 MW, dengan investasi mencapai $US 70 milyar. Amerika Serikat, Cina dan Jerman adalah negara-negara yang serius menggarap energi angin.
PLTB skala besar umumnya dihubungkan dengan jala-jala listrik (grid connection). Dalam beberapa kasus, lokasi tidak memiliki jaringan listrik sehingga aplikasi yang tepat diwujudkan adalah sistem hibrida (off-grid system).
Sistem hibrida memberikan banyak keuntungan. Ia dapat meningkatkan kehandalan sistem, mengakomodasi karakteristik angin yang berubah-ubah dan tidak bertiup sepanjang hari. Dengan kata lain, sistem hibrida dapat membuat PLTB memenuhi kebutuhan listrik pengguna secara kontinu. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) telah diujicoba dengan berbagai cara di beberapa lokasi di Indonesia.
Kebijakan Bidang Panas Bumi
Saturday, 05 February 2011 10:59
Nenny Miryani Saptadji, PhD
Program Studi Magister Akademik Berorientasi Terapan Teknik Panas Bumi
FTTM - ITB
Untuk mengatur pengelolaan pengusahaan panas bumi Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2003 tentang Panas Bumi dengan dasar pertimbangan:
- Panas bumi adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, berpotensi besar, yang dikuasai oleh negara dan mempunyai peranan penting sebagai salah satu sumber energi pilihan dalam keanekaragaman energi nasional untuk menunjang pembangunan nasional yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat;
- Pemanfaatan panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca, sehingga perlu didorong dan dipacu perwujudannya;
- Pemanfaatan panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi;
- Peraturan perundang-undangan yang sudah ada belum dapat menampung kebutuhan perkembangan pengelolaan hulu sumber daya panas bumi sehingga undang-undang tentang panas bumi ini dapat mendorong kegiatan panas bumi bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan energi nasional;
- Sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta untuk memberikan landasan hukum bagi langkah-langkah pembaruan dan penataan kembali penyelenggaraan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya panas bumi, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Panas Bumi.
Page 4 of 5






