Majalah Energi

sustainable energy monthly magazine


Saatnya membangun PLTN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Monday, 16 January 2012 13:10


>Ilustrasi PLTN mini.


Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat di Indonesia, pemerintah menyetujui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 200 kilowatt (kW) yang dimaksudkan sebagai "proof of concept". Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, pada seminar yang bertajuk Kebijakan Energi Nasional sebagai Fondasi Terwujudnya Kedaulatan Energi menuju Kemandirian Bangsa di Gedung DPR, Jakarta, 28 November lalu.

"Melihat kebutuhan energi yang terus meningkat, saya telah menyetujui pembangunan PLTN berkapasitas 200 kW," ujar Dahlan.

Dahlan menjelaskan, pembangunan PLTN di Indonesia ini memang banyak menuai kontroversi. Tapi, meskipun ada peristiwa kebocoran radiasi di PLTN Fukushima Jepang, pembangunan PLTN tetap bisa dilanjutkan.

"Saya sudah bertemu dengan banyak orang Jepang. Jadi begitu ada pengusaha yang minta izin bangun PLTN, saya langsung menyetujuinya," imbuh Dahlan.

Sementara itu menurut Bakrie Arbie, mantan Kepala Reaktor Serbaguna G.A Siwabessy Batan, setelah pembangunan PLTN berkapasitas 200 kW selesai, pemerintah juga telah menyetujui pembangunan PLTN tahap berikutnya sebesar 1 dan 2 MW. Keduanya sebagai demonstration plant yang akan menggunakan PLTN tipe thermal homogeneous reactor.

Kemudian bila semuanya sudah dapat berjalan dengan baik, akan menyusul PLTN dengan kapasitas  yang lebih besar, yaitu 10 MW dan 25 MW dengan PLTN tipe fast reactor.

PLN pun telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi operator utama PLTN. "Kami tidak tahu perusahaan atau badan mana yang akan ditugaskan. Tapi kalau dari kami sendiri siap jika memang ditunjuk oleh pemerintah," ujar Nur Pamudji, Direktur Utama PLN.

Sumber: mediaindonesia, antaranews, komunitas-ebt

Potensi Energi Terbarukan Sulawesi Selatan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Saturday, 14 January 2012 13:00


>Sulawesi Selatan


Sulawesi Selatan menyimpan potensi sumber energi terbarukan yang cukup besar bila digunakan untuk pembangkit listrik diantaranya 2.946,8 MW dari tenaga air, 70,2 MW dari mini hidro, 7,66 MW dari mikro hidro, 371 MW dari panas bumi, serta lainnya dari pembangkit tenaga angin skala kecil, energi surya, dan bioenergi. Demikian ungkap Kabid Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas ESDM Sulsel, Bustanuddin, pada acara Forum Komunikasi Kesekretariat Jenderal/Kehumasan Lintas Sektor yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) di Makassar, 30 Oktober 2011.

Bustanuddin menjelaskan, potensi yang telah dimanfaatkan PLTA sebesar 518 MW, mini hidro 10,6 MW, dan PLTMH sebesar 1.897 kW. Untuk potensi panas bumi tersebar di 16 lokasi, dimana rata-rata sumber daya panas bumi yang dimiliki sekitar 25 MWe.

Sementara itu, secara umum untuk energi angin di Sulsel kecepatannya berkisar 2-4 m/detik. Pada beberapa daerah seperti Takalar, Bulukumba, Sidrap dan Selayar dapat melebihi 4 m/detik, sehingga cukup memadai dan sesuai untuk pembangkit listrik skala kecil yang dipasang di daerah pedesaan.

Energi surya di Sulsel dimanfaatkan dalam bentuk Solar Home System (SHS) untuk penerangan pedesaan sebanyak 14.799 unit dengan kapasitas 10 Wp dan 50 Wp, sementara pembangkit listrik tenaga surya terpusat telah dibangun sebanyak 11 unit.

Untuk bioenergi sendiri, ketersediaan lahan di Sulsel cukup untuk membudidayakan tanaman penghasil bioenergi seperti biodiesel seluas 601.992 Ha, bioetanol seluas 40.700 Ha, biogas dari 1.190.708 ekor, dan biobriket sebesar 1.000.966 ton. Sementara itu tahun 2010, telah dibangun percontohan PLTBm dari tongkol jagung di Kecamatan Biring Bulu di Kabupaten Gowa dengan kapasitas 2 x 20 kW dengan sistem gasifikasi.

Sumber:ebtke.esdm

IAEA : Indonesia Termasuk 13 Negara Terbaik Teknologi Nuklir

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Friday, 13 January 2012 13:55


>Reaktor Nuklir Kartini, Yogyakarta


Menurut International Atomic Energy Agency (IAEA), Indonesia termasuk dalam 13 negara terbaik dalam pemanfaatan teknologi dan pengoperasian reaktor nuklir untuk tujuan damai. Demikian paparan Adiwardojo, Deputi Kepala BATAN Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir dalam konferensi pers Terapan Riset Nuklir Untuk Menjawab Kebutuhan Bangsa, 26 Oktober 2011 di Hotel Menara Peninsula.

Dalam hal kesiapan internal, saat ini Indonesia sudah memiliki tiga reaktor nuklir meskipun masih dalam skala riset. Bahkan salah satunya, yakni Reaktor Kartini di Yogyakarta didesain dan dibangun oleh tenaga-tenaga ahli Indonesia. Dengan memanfaatkan reaktor tersebut, maka didirikanlah sekolah tinggi teknologi nuklir (STTN) sebagai institusi yang akan mempersiapkan SDM nuklir di Indonesia.

Namun menurut Adiwardojo, kesiapan ini harus ditambah dengan membentuk suatu badan, bisa BUMN, koperasi, atau swasta, yang nantinya akan mengoperasikan PLTN, hal ini sesuai dengan UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

“Keputusan inilah yang kita tunggu-tunggu, karena BATAN bukan yang akan mengoperasikan PLTN. BATAN hanya mempersiapkan semuanya termasuk dimana lokasi yang terbaik untuk dibangun PLTN”, jelas Adiwardojo.

Hadir pula dalam acara tersebut Soetan Bathoegana, anggota DPR-RI Komisi VII dan Kardaya Warnika, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi KESDM.

Menurut Soetan Bathoegana, SDM Indonesia sudah mampu untuk mengoperasikan reaktor nuklir PLTN, bahkan Korea Selatan yang dulunya sama-sama belajar dengan Indonesia dengan memanfaatkan reaktor riset yang berada di Kawasan Nuklir Serpong, sudah mengembangkan nuklir sehingga mampu membangun dan mengoperasikan PLTN.

“Ada grand design dari negara-negara maju untuk membuat Indonesia selalu terpuruk, sehingga membuat kita selalu ketinggalan dari negara-negara lain”, ujar Bathoegana.

Sementara itu menurut Kardaya Warnika, energi ini sangat dibutuhkan mengingat energi sebagai kebutuhan dasar manusia dan Indonesia kebutuhan listriknya semakin tinggi dan meningkat tajam.

“Sehingga energi nuklir harus benar-benar dipertimbangkan”, kata Kardaya.

Kuncinya adalah dengan penanganan yang baik dan benar serta prinsip kehati-hatian yang tinggi, tingkat presesi dan sesuai dengan standar maksimum yang sangat tinggi, segala dampak buruk nuklir bisa diatasi.

Sumber:ebtke.esdm.go.id

Dahlan Iskan: 5 Musuh PLN

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Monday, 09 January 2012 09:50


>Dahlan Iskan


Dahlan Iskan, mantan Dirut PLN yang saat ini telah menjabat sebagai Menteri BUMN mengatakan ada lima musuh utama yang harus dikalahkan oleh PLN. Kelima musuh tersebut adalah krisis listrik, daftar tunggu, gangguan trafo, gangguan penyulang dan pasokan gas PLN. Hal itu disampaikan Dahlan saat pelantikan pelantikan Direktur Utama PLN yang baru yaitu Nur Pamudji.

Dahlan mengatakan krisis listrik tersebut memang karena banyak daerah yang belum kebagian pasokan listrik dari PLN karena minimnya pasokan dan infrastruktur. Di lain pihak, saat ini masih banyak masyarakat yang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan jatah listrik dari PLN. PLN memang belum bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

Akan tetapi sebelumnya, untuk mengatasi daftar tunggu, PLN melaksanakan gerakan sehari sejuta sambungan (GRASSS) tahun 2010 dan GRASSS II tanggal 17 Juni 2011 yang lalu. Sementara itu, tahun ini dibandingkan tahun lalu, kerusakan trafo cuma 7-9 kali dari 50 kali sedangkan penyulang tinggal 4-5 kali setiap bulannya.

"Kemudian memerangi pemadaman yang luar biasa besar karena kerusakan trafo. Lalu gangguan penyulang karena di kota kecil bisa ada gangguan penyulang namun sekarang tinggal sedikit," kata Dahlan.

Untuk musuh besar kelima, Dahlan belum bisa mengalahkannya dan merasa gagal. Soal gas, Dahlan mengungkap bila Jero Wacik menjadi Menteri ESDM tiga tahun lalu mungkin PLN sudah lama bisa mendapatkan gas.

"Saya mengharapkan musuh ini dapat dituntaskan oleh Dirut terpilih dan saya yakin Anda dapat menyelesaikannya," harap Dahlan sebagaimana dikutip dari detikfinance dalam pelantikan di Gardu Induk Karet, Tanah Abang, Jakarta, 1 November 2011.

Sumber: pln, detikfinance

Artikel Lainnya

Potensi Energi Listrik Riau dari Limbah Sawit

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Thursday, 12 January 2012 13:45


>Peta RIAU


Menurut Kabid Ketenagalistrikan Distamben Riau, Ir Abdi Haro, Riau yang merupakan produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas area perkebunan kelapa sawit sekitar 2,1 juta hektare dapat dimanfaatkan limbahnya untuk menghasilkan listrik dengan potensi 100-200 MW.

Abdi menjelaskan bahwa di Riau banyak limbah kelapa sawit yang terbuang percuma, baru sebagian kecil yang dimanfaatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai campuran untuk pembuatan kompos. Padahal, limbah sawit seperti cangkang sawit, pelepah, tankos dan CPO parit bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik baru terbarukan biomassa,

Hampir di seluruh kabupaten atau kota di Riau memiliki area perkebunan kelapa sawit, dimana sembilan diantaranya memiliki area perkebunan kelapa sawit yang cukup luas.

Menurut Abdi, pemanfaatan energi jangan hanya terpaku pada sumber energi primer, melainkan harus mencari sumber energi baru dan terbarukan seperti limbah kelapa sawit untuk biomassa.

Potensi ini perlu disampaikan pada Dewan Energi Nasional agar segera mengeluarkan kebijakan pemerintah, apakah dalam bentuk PP atau Inpres untuk pengaturan pemanfaatan limbah biomassa yang selama ini sulit didapatkan dari perusahaan pelaku industri sawit dan sejenisnya.

Abdi melanjutkan bahwa pemerintah kabupaten di Riau terutama Distamben setempat masih perlu melakukan pendataan, berapa jumlah limbah kelapa sawit yang diperlukan perusahaan perkebunan sawit dan berapa jumlah yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pembangkit listrik energi terbarukan biomassa.

Sumber: riaupos
 

Toshiba Bermain Smart Grid

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Wednesday, 11 January 2012 13:35


>Pengiriman Smart Meter 2009-2016 (pikeresearch)


Toshiba,  perusahaan teknologi yang dikenal dengan perangkat elektroniknya, akan masuk ke pasar smart grid di Eropa dan Amerika Serikat. Ini ditandai dengan akuisisi perusahaan teknologi smart grid dari Swiss, Landis + GYR. Toshiba mengumumkan komitmennya sebesar 2,3 miliar USD pada Mei 2011.

Perusahaan asal Swiss tersebut membuat perangkat distribusi listrik, metering, dan software rumah pintar. Dengan demikian, Toshiba akan dapat menjangkau pasar baru di Eropa, AS, Cina, India dan Brasil, di mana Landis + GYR telah memperoleh pengakuan.

Sementara itu, Toshiba dalam bersamaan juga akan menjual perangkat keras yang biasa digunakan pada utilitas gardu, tiang, dan jalur transmisi. Ini adalah langkah pertama dan utama bagi mereka untuk secara langsung mengambil bagian dari bisnis manajemen energi dari sisi konsumen.

"Ini akan menjadi hal yang menarik untuk melihat apa yang bisa dilakukan Toshiba dan Landis + GYR di Asia. Walau pasar yang besar di Cina masih relatif tertutup, vendor smart grid dari luar Cina sendiri biasanya tidak melihat potensi bisnis di sana, tapi 15 sampai 20 perusahaan dapat melihatnya" ujar Bob Gohn, analis pasar dari Pike Research.

Gohn memprediksi, dalam waktu dekat perkembangan smart grid akan berfokus pada perangkat lunak dan layanan jasanya, bukan pada perangkat keras ataupun meteringnya.

Sumber: techcrunch
   

Pemimpin Panas Bumi Pada 2020

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Tuesday, 10 January 2012 13:28


>Ilustrasi : Energi Panas Bumi


Amerika Serikat akan menjadi produsen energi panas bumi nomor 1 di dunia. Statistik yang dihasilkan oleh Pike Research, analis pasar energi, mengatakan bahwa sasaran tersebut dapat dicapai dalam 10 tahun mendatang, bahkan kurang.

Menurut laporan penelitian dari Pike Research, total kapasitas panas bumi AS akan mencapai 4,2 gigawatt (GW) pada 2020—meningkat 36 persen dari periode 2010. Ini akan mewakili hampir 30 persen dari kapasitas total daya panas bumi di seluruh dunia pada 2020.

"Saat ini sebagian besar kapasitas (panas bumi) terkonsentrasi hanya pada tujuh negara. Namun kini terdapat dukungan tambahan dari pasar keuangan global dan kerjasama regional oleh lembaga seperti Bank Dunia dan ARGeo. Ini akan mendorong pengembangan kapasitas baru di pasar yang menjanjikan seperti di Kenya, Indonesia, dan Turki," kata Mackinnon Lawrence, analis senior Pike Research.

Energi panas bumi baru-baru ini banyak diabaikan oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan, dimana banyak perhatian berfokus pada energi surya dan angin. Namun sebenarnya energi panas bumi ini merupakan satu-satu sumber daya yang tidak menghasilkan gas rumah kaca, tetapi sebaliknya dapat membantu menjebak sejumlah besar gas rumah kaca selama proses ekstraksi panas bumi.

Sementara itu pada tanggal 23 September 2011, Departemen Energi AS menyetujui pinjaman hingga USD 350 juta untuk proyek pembangkit listrik panas bumi di Nevada yang akan menghasilkan 113 megawatt listrik.

Menteri Energi AS, Steven Chu ingin menunjukkan bahwa proyek yang disponsori oleh Ormat Nevada, Inc ini sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat ingin tetap menjadi pemimpin global dalam pengembangan energi panas bumi.

Sumber: pikeresearch
 

"Bengkel" Energi Surya Mendominasi Dunia

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Monday, 09 January 2012 13:21


>Ilustrasi: Bengkel PLTS

Perusahaan-perusahaan dari Cina muncul sebagai kekuatan yang dominan di industri energi surya. Ini dimungkinkan terjadi setelah runtuhnya para pesaing asing dari berbagai negara, seperti industri di Amerika Serikat.

Sebagai "bengkel energi surya" dunia, Cina menggunakan tenaga kerja murah dan dukungan negara untuk membangun industri surya mulai dari dasar hanya dalam waktu sekitar satu dekade. Ini merupakan strategi yang lebih luas untuk bergerak ke atas rantai manufaktur, bukan hanya membuat mainan murah dan pakaian.

Meskipun Cina adalah konsumen minyak bumi terbesar kedua di dunia dan menggunakan bahan bakar fosil untuk 90 persen total penggunaan energi, tetapi negara ini membuat langkah besar ke depan dalam energi bersih.

Para pengamat mengatakan perusahaan China sekarang menguasai 70 persen pasar panel surya global. Ini berkat perang harga yang agresif dan runtuhnya tiga perusahaan pesaing di AS dalam dua bulan terakhir, yaitu Evergreen Solar, Solon, dan SpectraWatt.

"Posisi pemain energi surya Cina dipastikan telah meningkat tahun ini. Menurunkan biaya merupakan arah industri kami dan menjadi keuntungan perusahaan yang dapat diwujudkan dengan jelas di Cina," kata Tang Xiaodong, seorang analis perusahaan investasi independen, CEBM.

Pada 2010, harga panel surya Cina telah turun ke sekitar 1,2 USD per watt. Ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata global sekitar 2,0 USD.

Sumber: afp

 

   

Stadion Olahraga Memakai 2 Megawatt PLTS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Sunday, 08 January 2012 09:01


>Stadion Olahraga NFL (National Football League), FedExField

NRG Solar, salah satu pengembang energi surya terbesar di Amerika Serikat, bersama dengan sebuah tim football Washington Redskins meluncurkan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 2 megawatt di sebuah stadion olahraga NFL (National Football League), FedExField.

Pada hari-hari pertandingan, pembangkit listrik tenaga surya ini dapat menyediakan hingga 20 persen dari kebutuhan energi listrik di stadion. Sedangkan pada hari tidak ada pertandingan, ia dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik stadion.

Selain menghasilkan listrik untuk FedExField, 8.000 panel surya telah menyediakan tempat parkir yang teduh untuk 841 mobil. Ia juga memiliki fasilitas eVgosm (sebuah jaringan stasiun pengisian ulang kendaraan listrik) untuk 10 kendaraan listrik yang bisa digunakan oleh penggemar.

Pada pintu masuk plaza di Gerbang A, sebuah patung dirancang khusus dengan menggunakan teknologi 'lapisan tipis'. Patung itu berbentuk pemain sepak bola dengan tinggi 9 meter dan diberi nama 'manusia surya'. Ia menampilkan fleksibilitas dari teknologi surya dan juga menjadi karya seni untuk menyambut penggemar.

"Pekerjaan kami dengan Washington Redskins adalah contoh utama tentang bagaimana bisnis dan organisasi kami memikirkan dan menggunakan energi dari sudut pandang yang berbeda," kata David Crane, CEO NRG, yang berbasis di Princeton.

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan NRG. Ini benar-benar inovatif dan menampilkan teknologi yang luar biasa di FedExField. Kami berharap dapat bekerja sama kembali dengan tim NRG untuk mengembangkan fitur tambahan di stadion," kata Daniel Snyder, pemilik Washington Redskins.

Sumber: spx
 

Katalis "Hijau" Produksi ITB

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Wednesday, 28 December 2011 12:37


>ITB


Pertamina kini tidak perlu mengimpor katalis untuk salah satu proses pengolahan minyak mentah. Seorang mahasiswa doktor dari program studi Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mampu membuatnya di dalam negeri.

Maria Ulfah, mahasiswi yang telah mempertahankan disertasinya yang berjudul "Hydrotreating Nafta dengan Katalis NiMo Berpenyangga Gama-Alumina," berhasil membuat katalis tersebut. Dia mampu memproduksi pada skala laboratorium, skala pilot, dan bahkan saat ini telah digunakan oleh Pertamina RU-II Dumai selama 4 bulan dan terus berjalan.

Proses hydrotreating merupakan salah satu proses penting dalam pengolahan minyak bumi untuk menyingkirkan senyawa-senyawa kotor seperti sulfur, nitrogen, oksigen, nikel, dan vanadium. Biasanya Pertamina membutuhkan sekitar 2.000 ton per tahun katalis yang harus diimpor dari luar negeri.

Katalis hydrotreating nafta yang dikembangkan Ulfah dinamakan TN 100-2T. Ia adalah jenis NiMo yang merupakan larutan stabil dari logam molibdenum sebagai zat aktif dan nikel sebagai promotor. Larutan ini kemudian disangga oleh senyawa gama-alumina menjadi bentuk-bentuk trilog dengan luas permukaan yang optimal.

TN 100-2T ini memiliki kinerja yang setara, bahkan lebih baik, dalam beberapa aspek dibandingkan dengan kinerja katalis komersial yang diimpor. Temperatur operasinya pun lebih rendah, sehingga penghematan energi dapat dilakukan.

"Beginilah sebaiknya sebuah penelitian dilakukan. Tidak hanya berhenti hingga publikasi, namun terus dilanjutkan hingga menemukan bentuk aplikasinya dalam kehidupan nyata." demikian ungkap Dr. Melia Laniwati sebagai co-promotor penelitian tersebut.

Sumber: itb
   

4 000 Biogas Rumah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Tuesday, 27 December 2011 11:50


>Keluarga Jajang dan Fatima menerima penghargaan dari Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan

Program Biru (Biogas Rumah) yang dilaksanakan oleh organisasi Hivos dan SNV dari Belanda menggelar acara perayaan. Ini untuk menandai tercapainya 50 persen dari target pembangunan implementasi reaktor biogas untuk rumah tangga. Acara bertempat di Bandung pada 23 November.

Biru adalah program yang dimulai sejak 15 Mei 2009 dan akan berjalan selama 4 tahun sampai 31 Desember 2012. Ia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rumah tangga di 8 provinsi di Indonesia. Target yang ditetapkan adalah minimal 8.000 reaktor biogas. Seluruh pendanaan program ini berasal dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan mendapat dukungan dari Dirjen EBTKE.

Pada perayaan itu, keluarga Jajang dan Fatima dari Pasir Ipis, Lembang, Bandung, terpilih sebagai pengguna Biru yang ke-4000. Setelah dua bulan memiliki reaktor biogas, keluarga ini merasakan manfaat biogas untuk memasak. Sedangkan ampas biogas digunakan untuk pupuk di kebun sayur dan bunga.

Penghargaan juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat pada program Biru. Wahyudi dari Koperasi Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur, terpilih sebagai tenaga pembangun terbaik. CV Khazanah Bahari dari Bandung terpilih sebagai Organisasi Mitra Pembangun paling inovatif. Kemudian Koperasi Setiakawan terpilih sebagai Organisasi Mitra Pembangun terbaik.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan, dalam sambutannya menyebutkan bahwa pencapaian Biru menunjukkan pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya yang memberikan hasil nyata.

"Kerjasama multi-aktor antara Biru dan SNV, pemerintah, mitra pembangun, koperasi dan lembaga penyedia kredit ini telah berhasil menyediakan energi baru terbarukan biogas bagi lebih dari 4,000 rumah tangga peternak dalam jangka waktu dua setengah tahun.” lanjut Robert de Groot, manajer Hivos.
Saat ini Biru sudah membangun 4.133 unit reaktor biogas, dengan dibantu oleh 39 organisasi mitra pembangunan. Ia juga melakukan pelatihan kepada 475 orang pembangun serta 102 orang supervisor.


Sumber: biru
 

Sarulla, Sumut: Panas Bumi Terbesar Di Dunia

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Thursday, 15 December 2011 11:55


>Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Sumatera Utara

Pemerintah menyatakan bahwa pengembangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Sarulla, Sumatera Utara, dengan kapasitas 3 x 110 MW akan dialihkan kepada PLN.

”Jika dikembangkan, Sarulla akan menjadi pembangkit listrik terbesar,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kardaya Warnika di Jakarta.

PLTP Sarulla dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara sehingga tidak terjadi byar-pet lagi. Menurut Kardaya, saat ini pihaknya tengah berupaya menyelesaikan kisruh Sarulla dengan melihat dari berbagai aspek, diantaranya hukum, pendanaan, dan sebagainya.

Alasan lain Sarulla perlu dikembangkan, "Karena ini energi terbarukan, tidak menimbulkan dampak negatif, disamping itu harga jual listrik ke PLN relatif murah. Katakanlah jika di pasaran sekarang harga jual 9 sen USD per kwh, Sarulla cuma 6 sen USD," jelas Kardaya.

Proyek PLTP Sarulla bermula dari ditetapkannya daerah panas bumi Sarulla-Sibual Buali-Namora langit menjadi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sibual Buali dengan luas 437.458 hektar (Ha) melalui SK Menteri Pertambangan dan Energi No.1521.K/034/M.PE/1990.

Kemudian pada 12 Mei 2006, PLN telah menunjuk pemenang urutan kedua pada saat tender untuk pengembangan Sarulla yaitu konsorsium Medco, Ormat, Itochu, dan Kyushu dengan harga dasar listrik (base electricity price) sebesar 4,64 sen USD per kWh.

Namun, hingga saat ini pengembangan PLTP Sarulla mengalami banyak kendala, antara lain permasalahan harga dan kesepakatan operasional. Akibatnya PLN berencana untuk segera mengerjakan proyek ini sendiri tahun ini juga agar manfaatnya dapat segera dinikmati masyarakat.

Sumber: esdm
   

Teknik Fisika UGM Meneliti Reaktor Nuklir

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Wednesday, 14 December 2011 17:36


>Joint Seminar UGM dan JICC


Jurusan Teknik Fisika Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, kini mulai merintis penelitian tentang desain reaktor nuklir termutahir. Penelitian ini akan terdiri atas reaktor pembangkit daya dan reaktor isotop yang bisa digunakan untuk bidang kesehatan dan industri.

Kepala Laboratorium Teknologi Energi Nuklir FT UGM, Andang Widiharto, menyampaikan hal tersebut di sela-sela Joint Seminar UGM dan JICC dengan tema “Fukhusima Accident and Future of Nuclear Power Plant in Japan and The Prospect for Indonesia”, pada 3 Oktober 2011.

"Konsep dan desain reaktor ini lebih hemat bahan bakar, misalnya dengan sistem daur ulang limbah. Selain itu, tentu dengan sistem tingkat keselamatan yang lebih baik, sistem keselamatan pasif perlu disiapkan, misalnya ketika mesin diesel mati,” papar Andang.

Menurut pandangan Andang, kebutuhan tenaga nuklir di Indonesia cukup penting apalagi jika melihat tingkat kebutuhan listrik nasional yang terus bertambah hingga diperkirakan mencapai 100 ribu megawatt (MW) pada 2025. Sementara itu, pada 2011 ini Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 30 ribu MW.

"Kekurangan 70 ribu MegaWatt tenaga listrik tidak cukup jika hanya mengandalkan dari energi batubara, minyak, dan gas maupun geothermal. Nah, di sinilah salah satu peran dari energi nuklir untuk ikut memenuhi kebutuhan listrik,” jelas Andang.

Acara ini menghadirkan beberapa pakar nuklir dari Jepang, yakni Akira Kaneuji, Dr. Masamichi Chino, Dr. Yutaka Kawakami, dan Takehiko Mukaiyama. Dengan demikian bisa diperoleh informasi langsung akibat kecelakaan yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daichii pada Maret 2011 dan bagaimana penanganan pemerintah Jepang serta pembahasan prospek PLTN di Jepang. Selain itu, acara ini sekaligus untuk memberikan pandangan bagi Indonesia yang berencana membangun PLTN untuk mencapai ketahanan energi.

Sumber: ugm.ac.id

 

Perusahaan Wajib Audit Energi

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Saturday, 03 December 2011 21:28


> Ilustrasi Audit Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat akan mewajibkan perusahaan melakukan audit energi. Dengan audit ini, ESDM berharap dapat mengurangi pemakaian energi, khususnya yang menggunakan bahan bakar fosil.

"Kita akui, pemakaian energi kita boros, jadi ke depan kita ingin perusahaan-perusahaan yang menggunakan energi setara dengan enam ribu ton oil ekuivalen harus melakukan audit energi," ungkap Dirjen Energi Baru-Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, Kardaya Warnika, di kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

Rencananya pemerintah akan memberikan subsidi bagi perusahaan-perusahaan yang akan berhasil melakukan penghematan dari hasil audit energi tersebut. "Nanti ada BUMN, PT Energy Management Indonesia (EMI), namun reward dan punishment belum jelas karena masih dalam kajian. Semoga nanti akhir tahun ini kajiannya bisa selesai. Nanti itu bentuknya peraturan pemerintah," ujar Kardaya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Pemerintah Denmark melalui Danish International Development Agency (Danida) mendanai 10 juta USD untuk mendorong efisiensi dan konservasi energi di Indonesia. Tujuannya, untuk pengembangan program efisiensi dan konservasi energi ini untuk jangka waktu empat tahun sejak 2010.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia HE Borge Petersen menjelaskan, efisiensi energi dalam industri merupakan elemen penting untuk mengurangi konsumsi energi. Ini akan memberikan keamanan suplai energi dan memenuhi tantangan perubahan iklim.
Sumber: okezone
   

Spanyol : Tenaga Surya yang Tetap Bekerja Saat Gulita

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Thursday, 01 December 2011 22:54


> Ilustrasi PLTS

Sebuah sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) jenis baru yang dapat bekerja meski pada malam hari diresmikan di Seville, Spanyol, pada 5 Oktober ini. Peresmian ini dihadiri oleh Raja Juan Carlos I dari Spanyol dan Sheik Mohammed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi.

Diberi nama Gemasolar, pembangkit ini menggunakan sistem concentrated solar power (CSP) yang mengubah panas dari matahari menjadi listrik. Total dana yang dikeluarkan mencapai 325 juta USD.

Proyek ini dikerjakan oleh Torresol Energy, perusahaan patungan antara perusahaan energi Masdar dari Abu Dhabi dan perusahaan konstruksi Sener dari Spanyol. Pembangkit listrik ini dielu-elukan oleh kedua pemimpin sebagai terobosan terbaru karena ia merupakan satu-satunya desain pembangkit yang menggunakan garam cair untuk menjaga turbin agar bekerja pada malam hari.

"Selama siang hari kami menangkap energi panas matahari, kemudian kami simpan ke dalam tangki. Lalu, kapan pun kita inginkan, tidak peduli apakah itu siang atau malam, kita bisa mengubah energi panas itu menjadi listrik ," kata Santiago Arias,  insinyur mekanik  dari Sener.

Torresol Energy telah merancang generator untuk menangkap konsentrasi panas yang dipantulkan dari 2.650 susunan cermin besar ke penerima di atas menara pusat setinggi 137 meter. Sinar matahari memanaskannya sampai suhu 500 derajat Celcius, jauh lebih panas dari generator surya yang ada pada saat ini.

CSP yang dipasang pada luas area 450 hektar ini memiliki kapasitas 19,9 megawatt, cukup untuk memasok listrik 27.500 rumah di selatan Spanyol. Ia dapat beroperasi selama 6.450 jam per tahun pada kapasitas penuh. Proyek ini diklaim dapat menyimpan lebih dari 30.000 ton emisi gas rumah kaca per tahun.

Sumber: upi

 

Program Studi ITB Raih Akreditasi Internasional ABET

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Tuesday, 15 November 2011 12:54


>Logo Accreditation Board for Engineering and Technology

 


Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Kelautan ITB telah secara resmi terakreditasi oleh ABET, Inc. Perolehan akreditasi internasional ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

ABET, Inc. merupakan lembaga akreditor perguruan tinggi dalam bidang sains terapan, komputer, teknik, dan teknologi. Sebagai salah satu lembaga akreditor yang ternama di Amerika Serikat, ABET telah mengakreditasi lebih dari 3100 program studi yang tersebar di 600 perguruan tinggi yang berada di berbagai negara.

Akreditasi ABET berlaku secara internasional, dan merupakan jaminan standar kualitas dari perguruan tinggi. Hal-hal yang dievaluasi meliputi mahasiswa, tujuan program studi, luaran program studi, kurikulum, kualifikasi pengajar, administrasi, fasilitas, dan sarana pendukung dan keuangan.

Melalui laporan tertulis serta rapat dengan anggota ABET, akhirnya lembaga akreditor ABET merekomendasikan kedua program studi di ITB untuk memperoleh status akreditasi ABET.

"Akreditasi ABET ini menuntut kita semua agar selalu sigap terhadap perubahan, baik dari sisi keilmuan maupun dari kebutuhan negara kita, karena hal ini merupakan prinsip utama dalam kita melakukan perbaikan yang berkesinambungan.  Pengakuan yang kita dapatkan sekarang bukanlah titik puncak tetapi adalah suatu amanah yang harus terus ditingkatkan," ujar Ir. Yudi S. Gondokaryono, Ph.D selaku ketua dari tim ABET.

Sementara itu tidak ketinggalan, Program Studi Teknik Fisika dan Teknik Kimia dari Fakultas Teknologi Industri saat ini tengah mempersiapkan kedatangan asesor ABET lainnya melakukan evaluasi pada tanggal 13-15 November 2011. Diharapkan pada akhir 2011, terdapat 4 program studi ITB yang terakreditasi internasional ABET.

Sumber: itb
   

KWh Meter Prabayar Produksi Dalam Negeri

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Tuesday, 15 November 2011 08:48


>Demo KWh Meter Prabayar

Setelah proses panjang melakukan penelitian unggulan strategis nasional, ilmuwan-ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan produk di bidang kelistrikan yang berkualitas ekspor. Produk tersebut ialah KWh meter prabayar yang hemat biaya.

Perancangan KWh meter prabayar tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Elektronik MikroITB , Prof Dr Ir Kastam Astami MSc bekerja sama dengan PT Honoris Industri.

"Proses lahirnya KWh meter prabayar ini melalui sebuah penelitian yang tidak singkat", jelas Kastam saat menerima Direktur Utama (Dirut) PT Internasional Teknik Energi, Rapsel Ali, di kantor produksi PT Honoris Industri, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Proses hingga lahirnya KWh meter prabayar ini, diawali tahun 2000 ketika Menteri Riset dan Teknologi berkunjung ke ITB dan meminta Pusat Elektronik Mikro melakukan riset unggulan strategis nasional selama sepuluh tahun.

"Riset ini untuk mengembangkan produk-produk strategis nasional, baik itu di bidang kedokteran, elektronika, industri dan lainnya. Dari situ, kita diminta melakukan riset untuk produk yang dibutuhkan PLN dalam mendukung efisiensi energi. Misalnya bagaimana mengatur distribusi listrik dengan efisiensi atau mengurangi losses serta bagaimana menjaga agar suplai tegangan tetap baik," lanjut Kastam.

Sementara itu, CEO PT Honoris Industri, Sugiarto F Hartawan, mengatakan perusahaannya akan memproduksi KWh meter prabayar ini sebanyak 5000 unit perhari dan dalam sebulan mampu menghasilkan 100 ribu unit.

Sumber: fajar.co.id
 

Meningkatkan Instalasi PV Dengan Feed-In-Tarif

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Monday, 14 November 2011 12:42


> Feed-In-Tarif - tarif untuk energi terbarukan

Kebijakan feed-in-tarif (FIT) yang diterapkan oleh pemerintahan Cina berpotensi meningkatkan instalasi baru sebesar 1,5 GigaWatt pada tahun 2011 dan 2012, demikian laporan dari IHS iSuppli Photovoltaics (PV) yang dirilis tanggal 23 Agustus 2011.

Sebelumnya, instalasi PV di Cina diperkirakan akan mencapai 1 GW pada tahun 2011 dan 1,4 GW pada tahun 2012. Namun dengan kebijakan FIT, instalasi dapat meningkat 50 persen dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya pada tahun 2011 yang akan mencapai total 1,5 GW.

Sementara prediksi instalasi pada tahun 2012 bisa naik 71,4 persen dibandingkan dengan prediksi sebelumnya menjadi total 2.4GW. Hal ini akan menghasilkan tambahan 1,5 GW instalasi selama periode dua tahun.

"Pemerintah China yang menerapkan FIT secara nasional mengirimkan sinyal yang sangat positif untuk industri surya. Sinyal ini pada akhirnya akan meningkatkan instalasi PV selama 2011 dan 2012," kata Glenn Gu, analis senior dari IHS iSuppli Photovoltaics.

China's National Development and Reform Committee (NDRC) merilis dokumen FIT pada 24 Juli 2011, dimana merupakan pertama kalinya kebijakan FIT diterapkan secara nasional di negara itu.

Kebijakan FIT memberikan jaminan bahwa perusahaan utilitas listrik Cina akan membeli kelebihan listrik yang dihasilkan oleh instalasi tenaga surya di rumah-rumah dan bangunan komersial. Listrik tersebut akan dibeli sebesar CNY 1,15/kWh atau sekitar Rp. 1.250 per kilo watt jamnya.

Sumber: isuppli
   

Biodiesel dari Buaya

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Monday, 14 November 2011 09:37


>Ilustrasi - Buaya

Amerika Serikat. Di tengah kekhawatiran bahwa menggunakan kedelai dan tanaman pangan lainnya untuk memproduksi bahan bakar biodiesel akan menaikkan harga makanan, para ilmuwan telah mengidentifikasi bahan baku baru yang tidak umum sebagai bahan bakar yaitu lemak buaya.

Laporan yang dilansir pada Journal Industrial and Engineering Chemistry Research mendokumentasikan tentang kesesuaian lemak buaya untuk dijadikan produksi biodiesel, sebagaimana dijelaskan di situs biofueldaily 22 Agustus 2011.

Rakesh Bajpai dan rekannya mencatat bahwa sebelumnya sebagian besar dari 700 juta galon biodiesel yang diproduksi di Amerika Serikat pada tahun 2008 berasal dari minyak kedelai.

Mereka mencari sumber biodiesel yang tidak berasal langsung dari makanan dengan mengidentifikasi sejumlah sumber seperti dari sisa minyak penggorengan restoran cepat saji sampai ke air limbah.

Setelah mencari-cari, para ilmuwan kemudian menyadari bahwa lemak buaya dapat dimasukan dalam daftar sumber biodiesel. Setiap tahunnya, industri daging buaya membuang sekitar 15 juta pon lemak buaya ke tempat pembuangan.

Dalam percobaan laboratoriumnya, mereka menunjukan cara mengekstrak minyak dari lemak buaya dan dengan mudah mengkonversinya menjadi biodiesel. Minyak tersebut ternyata lebih cocok untuk produksi biodiesel dibandingkan minyak dari beberapa lemak hewan lainnya.

"Biodiesel-buaya" ini serupa dengan komposisi biodiesel dari kedelai dan hampir memenuhi semua standar resmi untuk biodiesel berkualitas tinggi.

Sumber: biofueldaily
 

Brazil - Listrik tenaga angin lebih murah dari gas alam

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Sunday, 13 November 2011 10:33


>Ilustrasi : Turbin Angin

Presiden dan CEO dari Energy Research Company (EPE), Mauricio Tolmasquim mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya di Brazil harga listrik yang berasal dari tenaga angin lebih murah dibandingkan harga listrik dari gas alam.

Pengumuman ini merupakan laporan dari hasil lelang energi yang digelar pada Agustus 2011 oleh perusahaan listrik negara Brasil, ANEEL. Lelang itu mencakup kontrak untuk 78 proyek tenaga angin yang mampu menghasilkan 1.928 MW dengan harga sekitar 99.5 Real Brazil /MWh atau sekitar 520 rupiah per kilo watt jamnya.

Biaya tersebut 19 persen lebih rendah dari harga rata-rata untuk tenaga angin di Brazil dibandingkan tahun 2010, ini menunjukkan bahwa tenaga angin menjadi pilihan yang lebih kompetitif dan layak di pasar energi Brasil.

Sebagai perbandingan, harga rata-rata untuk energi listrik yang dihasilkan dari gas alam saat ini adalah 103 Real Brazil /MWh. ANEEL juga sebelumnya mengumumkan lelang pembangkit yang berasal dari biomass, air, dan gas alam sebanyak 92 proyek dengan total investasi 11,2 miliar Real Brazil.

Tolmasquim menyampaikan saat ini Brasil memiliki potensi tenaga angin mencapai 143.000 MW dan mungkin meningkat sampai 300.000 MW dengan perkembangan generator angin.

Penggunaan tenaga angin meningkat 50,5 persen dari tahun 2009 ke 2010, sementara itu 87,1 persen pembangkitan listrik yang ada di Brazail dihasilkan dari energi terbarukan.

Sumber: winddaily

   

ITS Eco Campus

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Nasional

Sunday, 13 November 2011 07:29

>Logo ITS Eco Campus

Setiap bulan, Intitut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, harus membayar listrik sebesar 500 juta rupiah dan air 300 juta rupiah. Ia juga membuang sampah kertas sebanyak 4,5 ton.

Data itu berhasil dihimpun dan menjadi dasar perumusan Gerakan ITS Eco Campus. Bahkan untuk menegaskan komitmennya, ITS pun mengusung tema Eco Campus dalam peringatan Dies Natalis ke-51 pada 10 November 2011.

Ahmad Rusdiansyah, staf pengajar ITS, saat konferensi pers pada 15 September lalu menjelaskan, sejumlah program telah disiapkan guna menyukseskan terwujudnya ITS sebagai kampus yang ramah lingkungan. Mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Delapan program dirumuskan sebagai upaya perwujudan ITS Eco Campus. Delapan program itu adalah Evaluasi Masterplan ITS berbasis Eco Campus, Implementasi Socio Engineering, Sistem Pergerakan Internal, Peningkatan Efisiensi Konsumsi Air, Peningkatan Efisiensi Energi Listrik, Pengolahan Sampah Terpadu, Penghijauan Hutan Kampus, dan Penyediaan Transportasi Ramah Lingkungan.

"Gedung akan didesain ramah lingkungan, sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan. Kemudian setiap jurusan akan bertanggung jawab terhadap pemakaian listrik dan airnya masing-masing, sehingga pembebanan biayanya tidak lagi terpusat seperti sekarang ," papar Rusdiansyah menjelaskan secara rinci satu per satu program tersebut.

Lalu untuk sistem pergerakan internal, ITS juga telah mencanangkan program Bike Share yang akan mendorong penggunaan sepeda oleh seluruh masyarakat kampus.

Sumber: its.ac.id

 

PLTN untuk luar angkasa

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Friday, 04 November 2011 19:28

 


> Ilustrasi : misi luar angkasa


Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama sedang dipertimbangkan untuk digunakan memproduksi listrik di pangkalan berawak atau tak berawak di Bulan, Mars dan planet-planet lain, demikian menurut James E. Werner pimpinan proyek tersebut pada pertemuan 242nd National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) di Denver pada 28 Agustus 2011.

Werner mengatakan bahwa untuk aplikasi luar angkasa ini akan menggunakan teknologi fisi inovatif yang jauh berbeda dari pembangkit listrik tenaga nuklir pada umumnya.

"Orang tidak akan pernah mengenali sistem tenaga fisi ini sebagai reaktor tenaga nuklir. Reaktor itu sendiri mungkin memiliki lebar sekitar 1 ½ meter dan tinggi 2 ½ kaki, seukuran koper tangan. Tidak ada menara pendingin." papar Werner.

Sistem tenaga fisi nuklir tersebut akan kompak, handal, aman dan memungkinkan digunakan untuk pembentukan pos-pos atau habitat di planet lain.

"Teknologi tersebut dapat diterapkan di Bulan, di Mars, atau di mana pun NASA memandang perlu untuk terus berkuasa." lanjut Werner.

Tim NASA dijadwalkan untuk membangun unit demonstrasi pada tahun 2012. Ini merupakan proyek kerjasama antara National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Department of Energy (DOE) Amerika Serikat.

Werner memimpin DOE dalam desain reaktor, pemodelan, pengembangan dan fabrikasi bahan bakar, serta pengembangan pompa listrik kecil untuk sistem pendingin.

Pada masa lalu sel surya dan fuel cell menjadi andalan untuk menghasilkan listrik pada misi ruang angkasa. Namun adanya kemampuan unik dari sistem ini akan dapat mendukung pos-pos berawak di planet lain atau di bulan.

"Perbedaan terbesar antara sel surya dan nuklir adalah bahwa reaktor nuklir dapat menghasilkan energi listrik dalam lingkungan apapun," jelas Werner.

Teknologi fisi nuklir tidak bergantung pada sinar matahari, sehingga mampu memproduksi jumlah listrik yang besar dan stabil pada malam hari atau dalam lingkungan yang keras seperti yang ditemukan di Bulan atau Mars.

"Sebuah sistem fisi nuklir di Bulan bisa menghasilkan 40 kilowatt atau lebih tenaga listrik, kira-kira jumlah yang sama yang dibutuhkan untuk delapan rumah di Bumi." ujar Werner.

Selain itu, Werner juga mengatakan bahwa sistem fisi ini dapat beroperasi di berbagai lokasi seperti dalam kawah, lembah atau gua.

Sumber: acs

 

   

Google : 100 pencarian= 28 menit lampu 60 watt.

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berita - Internasional

Friday, 04 November 2011 15:14

 

>Ilustrasi Server Google


Google, sebagai perusahaan tekologi informasi paling sukses di dunia, akhirnya membuka dapur. Mereka membicarakan tentang banyaknya listrik yang diperlukan untuk menjalankan YouTube, Gmail, fasilitas pencarian, dan komputasi awan.

"Dalam sebulan, server kami menggunakan lebih sedikit energi per pengguna dibandingkan dengan lampu penerangan selama tiga sjam," kata Urs Hoelzle, Wakil Presiden Infrastruktur Teknis, dalam tulisannya di blog tertanda 12 September 2011.

Sementara itu, The Big Picture, raksasa internet global, menulis di situs Google Green, "Untuk menangani 100 pencarian di pusat data, Google menggunakan jumlah energi yang sama untuk menyalakan bola lampu 60 watt selama 28 menit."

Menurut Google, tiga hari streaming video di YouTube membutuhkan energi yang sama untuk proses pembuatan, pengemasan, dan pengiriman sebuah DVD.

"Kami sudah merancang dan membangun beberapa server dan pusat data yang paling efisien di dunia. Ia menggunakan setengah energi listrik dibandingkan data center pada umumnya," tambah Hoelzle.

Google juga memiliki instalasi panel surya yang besar di kantor pusatnya di kota Mountain View, California, serta telah berinvestasi dalam proyek-proyek energi terbarukan lainnya untuk membantu menciptakan 1,7 gigawatt listrik 'hijau'.

"Jumlah energi tersebut dapat digunakan untuk melistriki 350.000 rumah, dan jauh melebihi  konsumsi operasi kami," papar Hoelzle.

Sumber: google

 

 

Resensi Buku : "Sustainable Energy — Without the Hot Air"

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Resensi - Buku

Friday, 28 October 2011 13:56


> Penulis: David Jc MacKay
> Bahasa: English
> Tebal: 384 halaman
> Penerbit: UIT Cambridge Ltd. (2009)
> Softcopy (gratis): www.withouthotair.com


Buku ini menawarkan dasar pemikiran yang sederhana. Pertama, agar roda kehidupan terus berjalan, konsumsi energi dalam sebuah negara harus dipenuhi oleh sumber-sumber energi yang ada. Kedua, energi fosil bersifat tidak berkelanjutan sehingga harus segera dipikirkan penggantinya. Ketiga, masyarakat mesti bekerja keras untuk menemukan dan mengaplikasikan teknologi untuk mengatasi permasalahan energi yang ada saat ini.

McKay mengajak pembacanya untuk merancang masa depan yang berkelanjutan melalui pemikiran secara kuantitatif. Seperti misalnya ketika berdebat membandingkan antara energi angin dan surya, jika tanpa mengerti tentang potensi, teknologi, dan keekonomiannya, maka yang terjadi hanya lah debat kusir. Pada poin ini MacKay berseberangan dengan kebanyakan media massa yang biasanya terlalu menyederhanakan masalah tanpa menyediakan konteks yang lebih luas, seperti 'hidrogen adalah yang terbaik' atau 'cabut kabel charger telpon ketika tidak digunakan'.

Pertanyaan kunci yang coba dijawab oleh buku ini adalah: Jika masyarakat harus berhenti mengkonsumsi energi fosil, bisakah jumlah penggunaan energi dipertahankan tetap seperti semula, atau standar hidup mesti dikorbankan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bagian pertama dalam buku ini menjelaskan jumlah konsumsi energi di berbagai sektor dan apa saja alternatif energi terbarukan yang tersedia untuk memenuhinya. Yang menarik, MacKay mencoba memprovokasi pembaca dengan membuat ilustrasi yang membandingkan antara total sumber energi terbarukan dan jumlah konsumsi energi; sekedar untuk menyadarkan bahwa jumlah energi terbarukan akan kesulitan untuk 'mengejar' total konsumsi energi saat ini.

Pada bagian kedua, MacKay menampilkan konsep energi berkelanjutan secara lebih detail dan mengajak pembaca untuk mempertanyakan hal-hal mendasar. Dari sisi permintaan, berapa banyak yang bisa dihemat jika menggunakan transportasi massal? Bagaimana dengan mobil listrik? Seberapa besar peran insulasi bangunan? Sedangkan untuk sisi suplai, ia mengajukan pertanyaan seperti: Bagaimana menyikapi energi nuklir? Apakah mungkin mencukupi energi dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya di gurun-gurun Afrika?

MacKay menawarkan beberapa alternatif pemecahan energi untuk negaranya, Inggris. Ia menggunakan beberapa skenario seperti apakah memakai nuklir atau tidak, memakai sumber dari dalam negeri atau impor, dan sebagainya. Kesimpulan yang didapatkan adalah dunia bisa hidup tanpa energi fosil jika masyarakat bersedia mengubah gaya hidup dan mengeluarkan biaya lebih.

MacKay menyajikan materi dengan pintar dan cara yang menggugah, dibumbui dengan pendapat pribadi dan anekdot, serta disertai grafik dan gambar yang informatif. Ketika menulis tentang konsumsi energi, alih-alih mengulas tentang konsumsi energi dalam lingkup negara dengan satuan gigawatt jam per hari, ia memberikan angka konsumsi daya per orang dengan satuan kilowatt jam per hari, sehingga pembaca paham bahwa setiap orang bisa memberikan kontribusi. Ia pun memberikan berbagai tips-tips prakis mengurangi pemakaian energi, sebagian besar diambil dari hal-hal yang telah dilakukan olehnya dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. Salah satunya Bill Gates, pendiri Microsoft, memberikan pendapat, "Jika seseorang ingin mengetahui secara menyeluruh tentang bagaimana energi digunakan, darimana ia berasal, dan tantangan apa yang akan dihadapi ketika akan menggantinya dengan sumber energi yang baru, maka buku ini wajib dibaca."

Buku ini menawarkan pemahaman yang menyeluruh mengenai energi dan isu pemanasan global. MacKay memberikan resep berbagai resep mujarab bagi pembangunan berkelanjutan agar aspek 3E (energy, environment, dan economy) bisa berjalan beriringan.

Sumber: Majalah Energi Agustus 2011, CBM Hot

   

Page 2 of 5

«StartPrev12345NextEnd»

Joomla SEO powered by JoomSEF
Banner